Penulis:
Son Haji, S.Si.
(Bendahara Dewan Dakwah Indonesia Provinsi Lampung)
إن الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِل لَهُ وَمَنْ يضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَن سَيِّدَنَا مُحَمدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لا نَبيّ بَعْدَهُ، اللهُم فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى هَذَا النبِيِّ الْكَرِيْمِ وَعلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ…
أَمّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Khotib wasiatkan kepada diri khotib pribadi dan jamaah sekalian untuk senantiasa bertakwa kepada Allah ﷻ, karena takwa adalah sebaik-baik bekal, terlebih dalam menyambut bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan. Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, bulan ampunan, rahmat, dan pembebasan dari api neraka. Agar Ramadhan tidak berlalu sia-sia, ada empat bekal penting yang perlu kita siapkan, yaitu:
- Niat yang Ikhlas
Segala amal tergantung pada niat. Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi ibadah yang harus dilandasi iman dan keikhlasan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya : “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (H.R. Al-Bukhari no.38 dan Muslim no.760)
Maka luruskan niat kita, agar seluruh ibadah Ramadhan bernilai di sisi Allah ﷻ.
- Ilmu tentang Ramadhan
Ibadah tanpa ilmu akan mudah salah. Karena itu, bekal kedua adalah memahami ilmu puasa dan ibadah Ramadhan, agar ibadah kita sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
Allah ﷻ berfirman:
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ
Artinya: “Maka ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.”(QS. Muhammad: 19)
Ilmu adalah cahaya yang membimbing amal agar diterima oleh Allah ﷻ.
- Taubat dan Muhasabah Diri
Ramadhan adalah bulan ampunan. Maka sambutlah dengan taubat yang sungguh-sungguh dan muhasabah diri.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ، وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ
Artinya: “Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.” (H.R. At-Tirmidzi no. 2459)
Mari bersihkan hati dari dosa dan kebiasaan buruk sebelum Ramadhan tiba.
- Tekad Memperbanyak Amal Shalih dan Akhlak Mulia
Ramadhan adalah ladang amal. Setiap kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Maka tanamkan tekad kuat untuk memperbanyak amal shalih dan memperbaiki akhlak.
Rasulullah ﷺ bersabda:
خِيَارُكُمْ أَحْسَنُكُمْ أَخْلَاقًا
Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya.”(H.R. Al-Bukhari no.3559 dan Muslim no.2321)
أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم


















