Penulis:
Son Haji, S.Si.
(Bendahara Dewan Dakwah Indonesia Provinsi Lampung)
إن الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِل لَهُ وَمَنْ يضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَن سَيِّدَنَا مُحَمدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لا نَبيّ بَعْدَهُ، اللهُم فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى هَذَا النبِيِّ الْكَرِيْمِ وَعلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ…
أَمّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ﷻ, Rabb semesta alam, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rosulullah Muhammad ﷺ.
Jamaah Jumat Rohimakumullah, Sholat wajib 5 waktu adalah merupakan kewajiban yang paling asasi bagi setiap muslim. Rosulullah Muhammad ﷺ dan para sahabat mengajarkan dan memberikan contoh agar sholat wajib 5 waktu dikerjakan berjamaah dimasjid. Bahkan saking pentingnya sholat berjamaah dimasjid, ada salah satu sahabat Nabi yang buta mata nya , tidak diberi keringanan untuk sholat dirumah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabiﷺ:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَرَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : أَتَى النبيَّصلى الله عليه وسلم رَجُلٌ أعْمَى ، فقَالَ : يا رَسُولَ اللهِ ، لَيسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إلى الْمَسْجِدِ ، فَسَأَلَ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم أنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّي فِي بَيْتِهِ ، فَرَخَّصَ لَهُ ، فَلَّمَا وَلَّى دَعَاهُ ، فَقَالَ لَهُ : (( هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلاَةِ ؟ )) قَالَ : نَعَمْ . قَالَ : (( فَأجِبْ ))
Artinya : ”Dari Abu Hurairah RadhiyAllahhu‘anhu, “Nabi shallAllahu ‘alaihi wa sallam kedatangan seorang lelaki yang buta. Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah ﷺ, aku tidak memiliki seorang penuntun yang menuntunku ke masjid.’ Maka ia meminta kepada Rasulullah ﷺ untuk memberinya keringanan sehingga dapat shalat di rumahnya. Lalu Rasulullah ﷺ memberinya keringanan tersebut. Namun ketika orang itu berbalik, beliau memanggilnya, lalu berkata kepadanya, ‘Apakah engkau mendengar panggilan shalat?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Maka penuhilah panggilan azan tersebut.” (H.R. Muslim, no. 503)
Dari hadits diatas menunjukkan betapa Rosulullah sangat menekankan kepada para sahabatnya, agar melaksanakan sholat wajib 5 waktu berjamaah dimasjid, bahkan sahabat yang matanya buta tidak diberikan keringanan sholat dirumah.
Apa sebenarnya fadhilah dan keutamaah sholat berjamaah dimasjid?.
Berikut ini khotib akan sampaikan 7 keutamaan sholat berjamaah di masjid:
- Pahala langkah kaki,
Setiap langkah kaki kita menuju masjid akan dihitung satu pahala dan akan menghapuskan satu dosa, sebagaimana Hadits Rosulullah ﷺ bersabda:
إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَأَحْسَنَ وُضُوءَهُ، ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ لَا يَنْهَزُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ، لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً، وَحَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً، حَتَّى يَدْخُلَ الْمَسْجِدَ
Artinya: “Sesungguhnya jika seseorang di antara kamu brwudhu dengan baik kemudian ke masjid dan tidak ada niatan lain kecuali untuk sholat maka tiadalah dia melangkahkan kaki satu langkah kecuali pastilah Allah mengangkat dirinya satu derajat dan menghapuskan dari dirinya satu dosa sampai ia masuk masjid.” (H.R. Ibnu Majah no.774)
Ukuran normal langkah kaki manusia adalah 3 langkah/meter. Maka jika rumah kita berjarak 100 meter dari masjid berarti setiap ke masjid kita memerlukan 300 langkah atau 600 langkah pulang pergi. Ini berarti setiap pergi ke masjid kita mendapat 600 pahala/derajat dan pengampunan 600 dosa, lalu dikalikan 5 waktu ke masjid, praktis tiap hari kita mendapat 3.000 pahala/derajat dan 3.000 pengampunan dosa. Maasya Allah…
- Pahala menunggu solat dan sop pertama
Orang yang menunggu sholat dimasjid, diberi pahala seperti orang yang sedang sholat, berdasarkan hadits Nabi ﷺ:
“Dari Abu Hurairah RadhiyAllahu ‘Anhu, beliau berkata bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda:
لا يَزَالُ أَحَدُكُمْ في صَلاةٍ مَا دَامتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ، لا يَمْنَعُهُ أَنْ يَنْقَلِبَ إِلى أَهْلِهِ إِلاَّ الصَّلاةُ
Artinya: “Seseorang di antara kamu tetap berada dalam keadaan shalat selama dia ditahan oleh shalat. Tidaklah ada yang mencegahnya untuk kembali kepada keluarganya kecuali shalat.” (H.R. Bukhari no.659 dan Muslim no.649)
Sementara itu shof yang paling utama bagi laki-laki adalah shof pertama, sebagaimana dijelaskan dalam Hadits: “ Sebaik-baik shof laki-laki adalah yang pertama dan yang paling buruk adalah yang akhir, dan sebaik-baik shof perempuan adalah yang paling akhir dan yang paling buruk adalah yang pertama.” (H.R. Muslim no.440)
- Pahala istimewa berjamaah Isya dan Subuh
Ada fadhilah khusus bagi yang mengerjakan sholat iysa dan subuh berjamaah di Masjid.
Sabda Rosulullah ﷺ:
مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ
Artinya: “Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (H.R. Muslim no. 656)
Shalat isya berjamaah memberikan pahala seolah-olah kita telah shalat tahajud setengah malam. Adapun shalat shubuh berjamaah memberikan pahala seolah-olah kita telah shalat tahajjud selama satu malam penuh. Allah ﷻuakbar..Betapa besar kebaikan dan ganjaran yang Allah ﷻ janjikan bagi umat-Nya yang melaksanakan shalat berjamaah dengan penuh keikhlasan dan khusyuk.
- Bonus pahala 27 kali lipat
Sholat sendirian dirumah Allah ﷻ akan berikan 1 pahala, sedangkan apabila kita berjamaah dimasjid Allah ﷻ akan berikan 27 kali lipat, sebagaimana Sabda Rosulullah ﷺ:
Artinya: “Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyAllahu‘anhuma, sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda,: Shalat berjamaah itu lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian.” (H.R. Bukhari, no. 645 dan Muslim, no. 650)
- Mendapatkan naungan di padang Makhsyar
Orang yang hatinya selalu tertaut dengan masjid maka Allah ﷻ akan memberikan naungan pada hari kiamat. Rosulullah ﷺ bersabda: “ Ada tujuh golongan yang akan dapat naungan Allah di hari yang tiada naungan kecuali naunganNya; (Di antaranya..) orang yang hatinya tertaut dengan masjid.” (H.R. Al-Bukhori no.660)
Para ulama telah membahasa tentang tanda-tanda orang yang hatinya tertaut dengan masjid antara lain:
- Senantiasa aktif sholat berjamaah 5 waktu dimasjid.
- Mencari masjid jika dia sedang bepergian, atau tinggal ditempat yag baru
- Berusaha untuk membangun masjid, jika ditempat domisilinya belum ada masjid.
- Diberi kesaksian sebagai mukmin
Rosullullah ﷺ bersabda: “Jika kamu menyaksikan orang yang aktif ke masjid maka berikanlah kesaksian bahwa dia adalah orang yang beriman, sebab Allah berfirman: “sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah itu adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat” (H.R. At-Tirmidzi no.2617)
- Diberikan bonus pahala penuh ketika sedang bepergian atau sakit.
Jika seseorang tidak mampu menghadiri shalat jama’ah padahal sebelumnya ia mampu hadir secara rutin, ingatlah keadaan seperti ini akan dicatat seperti ia melakukannya saat sehat dan kuat, yaitu sesuai dengan kebiasaannya ketika itu.
Dari Abu Musa RadhiyAllahu‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا
Artinya: “Jika seorang hamba sakit atau melakukan safar (perjalanan jauh), maka dicatat baginya pahala sebagaimana kebiasaan dia ketika mukim dan ketika sehat.” (H.R. Bukhari, no. 2996)
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم


















