Penulis:
Syaifulloh., S.IP., MM
(CEO Lampung Cerdas)
الحمدُ للهِ ربِّ العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا. من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له
اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين
Ma’asyiral muslimin Rahimakumullah, Saya wasiatkan kepada diri saya dan kepada seluruh jamaah sekalian: mari bertakwa kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benar takwa. Takwa yang menggerakkan hati, membersihkan niat, dan mendorong kita untuk terus memperbaiki diri.
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah ﷻ. Banyak orang mengira bahwa kesuksesan hanya milik para pengusaha, para pejabat, atau orang-orang kaya. Padahal, jika kita menelusuri perjalanan manusia paling mulia di muka bumi ini Nabi Muhammad ﷺ, kita akan temukan bahwa beliau adalah simbol kesuksesan dunia dan akhirat, puncak keseimbangan antara kerja keras dan ketulusan spiritual.
Rasulullah ﷺ adalah Teladan kerja keras sejak muda. Dari usia belasan tahun, Rasulullah ﷺ telah menjadi:
- Penggembala kambing, pekerjaan yang melatih kesabaran, ketahanan mental, dan kemandirian.
Beliau bersabda: “Tidaklah seorang nabi melainkan ia menggembala kambing.” (H.R. Bukhari no.2262). - Pedagang & Pengusaha profesional, beliau jadi pengusaha dengan kejujuran yang menggetarkan, sehingga digelari Al-Amîn, manusia paling terpercaya.
Bayangkan, jamaah sekalian… Di usia 20-an tahun, ketika anak muda hari ini banyak bingung dengan arah hidup, Rasulullah ﷺ sudah berkeliling Syam, Yaman, Busra, BaH.R. ain, dan berbagai wilayah dagang. Beliau berpikir strategis, menghitung risiko, memahami perilaku pasar, dan membangun reputasi bisnis. Ini bukti bahwa Islam tidak pernah memisahkan agama dari kerja keras dunia.
Rasulullah ﷺ sukses di dunia bukan secara instan. Kesuksesan beliau tidak jatuh dari langit, bukan hadiah tiba-tiba. Beliau berusaha, belajar, berdagang, bahkan berkompetisi secara sehat. Ketika berdagang dengan Khadijah radhiyAllahu‘anha, keuntungan ekspedisi dagangnya berlipat ganda karena integritas dan etos kerjanya yang luar biasa.
Jamaah sekalian… Rasulullah ﷺ mengajarkan kita bahwa: “Doa tanpa usaha adalah angan-angan. Usaha tanpa doa adalah kesombongan.”
Dalam urusan spiritual, Rasulullah ﷺ lebih kuat lagi. Walaupun bekerja keras, beliau tak pernah menganggap ibadah sebagai beban. Beliau berdiri di malam hari hingga bengkak kakinya. Ketika ditanya, beliau menjawab: ” Tidakkah aku ingin menjadi hamba yang bersyukur?.“ (H.R. Bukhari no.4837 dan Muslim no.2820)
Masya Allah ﷻ… Yang sudah dijamin surga saja masih beribadah dengan cinta.
Yang sudah pasti diampuni dosanya masih menangis di sepertiga malam.
Kalau begitu, bagaimana dengan kita?
Para Sahabat juga sukses dunia akhirat
- Abdurrahman bin Auf, miliarder yang dermawan. Ia memulai dari NOL ketika hijrah di madinah, lalu menjadi pedagang/pengusaha sukses, sambil tetap menjadikan hartanya sebagai jembatan menuju Allah ﷻ. Ada banyak harta itu harus lebih taat beribadah.
- Umar bin Khattab, Pemimpin besar, ahli strategi, pekerja keras, dan tetap seorang ahli ibadah.
- Utsman bin Affan, kaya raya namun lembut hati, pembangunan masjid, pembiayan tentara, dan penjaga mushaf.
Mereka membuktikan: Menjadi saleh tidak berarti menjadi pasif. Menjadi taat tidak berarti berhenti berjuang.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah ﷻ..
Jika kita sebagai anak muda hari ini.. ayo semangat dalam belajar, berjuang dan bekerja keras. Kamu harus sukses. Kamu harus maju. Kamu harus jadi pemimpin masa depan. Dan bertakwalah kepada Allah ﷻ. Karena sebaik-baik harta dan jabatan di tangan orang-orang yang bertakwa.
Dan jika kita sebagai orang tua, belajarlah untuk mengarahkan dan membimbing anak-anak kita agar bisa semangat dalam belajar, berjuang dan bisa sukses dunia dan akhirat.
Allah ﷻ berfirman: “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”(QS. At-Tahriim: 6)
Ini ayat paling eksplisit tentang kewajiban orang tua menjaga anak, keluarga, dan diri sendiri dari siksa neraka, dengan cara: mendidik, memberi teladan, membimbing iman, meluruskan akhlak, menegur ketika salah, dan mengajak kepada ketaatan kepada Allah ﷻ.
Tolong sama- sama kita renungkan. Dan ayo semangat dalam belajar, di tengah zaman yang sangat cepat berubah seperti hari-hari ini. Islam ingin kita menjadi muslim terbaik di dua dunia
Allah ﷻ berfirman:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
Artinya: “Carilah dengan apa yang Allah ﷻ berikan kepadamu kebahagiaan akhirat, tetapi jangan lupa bagianmu di dunia.” (QS. Al-Qashash: 77)
Maka, mari kita meneladani Rasulullah ﷺ, kerja keras seperti beliau bekerja, jujur seperti beliau jujur, berstrategi seperti beliau berdagang, tulus beribadah seperti beliau beribadah, dan seimbang antara dunia dan akhirat.
Sekali lagi Marilah kita kembali meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ. Takwa yang mendorong kita untuk tidak malas, tidak pasrah tanpa ikhtiar, dan tidak menyerah sebelum berjuang. Jadikan Rasulullah ﷺ role model kesuksesan kita
Jika engkau ingin sukses dunia akhirat, maka: perbaiki niatmu semua dimulai dari hati yang bersih’ kerjakan duniamu dengan sungguh-sungguh seperti Rasulullah ﷺ berdagang dan berstrategi, perkuat ibadahmu seperti Rasulullah ﷺ yang beribadah dengan penuh cinta, Jujur dalam interaksi karena kejujuranlah yang mengangkat derajat beliau, dan erbuat manfaat untuk umat karena orang terbaik adalah yang paling bermanfaat.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم
فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

















