Penulis:
Son Haji, S.Si
(Bendahara Dewan Dakwah Indonesia Provinsi Lampung)
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ
Alhamdulillah, puji dan Syukur hanyalah milik Allah ﷻ, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rosulullah ﷺ. Khotib berwasiat kepada jamaah sekalian, mari senantiasa kita tingkatkan Takwa kita kepada Allah ﷻ, yaitu dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Jamaah Jum’at Rohimakumullah. Saat ini kita berada pada bulan Rajab, yang merupakan salah satu bulan Haram (bulan yang Allah ﷻ muliakan). Setelah bulan rajab adalah bulan sya’ban dan Ramadhan, itu artinya bulan yang agung akan segera tiba.
Ramadhan adalah bulan mulia, bulan yang berlimpah banyak bonus pahala, bulan yang di dalamnya ada Lailatul Qodar, malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Ada 1 lagi yang juga istimewa, Bulan Ramadhan adalah bulan ampunan, sebagaimana Rosulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: ”Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka diampuni semua dosanya yang telah lewat.” (H.R. Bukhari no.38 dan Muslim no.760)
Allah ﷻ bukakan pintu ampunan sebulan penuh, dari mulai hari pertama Ramadhan sampai akhir Ramadhan. Bahkan tidak hanya siang hari Ramadhan, tapi malam hari Ramadhan juga Allah ﷻ bentangkan pintu ampunan. Sebagaimana dijelaskan dari hadist Nabi ﷺ:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barangsiapa melaksanakan shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka dia diampuni semua dosanya yang telah lewat.”(H.R. Muslim no.759)
Jamaah Jum’at Rahimakumullah, dengan begitu besar dan agungnya nila Ramadhan, maka apa yang harus kita persiapkan untuk menyambut bulan mulia ini?. Minimal ada 4 hal persiapan menuju Ramadhan, yaitu:
- Menghadirkan Niat untuk Ramadhan.
Hadirkan niat dan tanamkan niat dihati kita dari sekarang dan buatlah target, dan berdoalah: Ya Allah ﷻ hamba ingin Ramadhan tahun ini bisa berpusa dan tarowih penuh selam 1 bulan. Ya Allah ﷻ hamba ingin Ramadhan tahun ini bisa khatam Al-Quran minimal 2 x. Ya Allah ﷻ hamba ingin Ramadhan tahun ini setiap jumat bisa meberikan makan orang yang berpuasa, dan lain lain. Niat dan azam ini sangat penting kita tanam dari sekarang. Kalaulah nanti Allah ﷻ berkehendak kita diberikan uzur sakit, misalnya, maka insya Allah ﷻ, kita akan tetap diberikan pahala sempurna. Apa dalilnya, kenapa niat itu penting?. Orang yg dapat pahala Tahajud, walau bangun sudah azan subuh.
Rosulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَتَى فِرَاشَهُ وَهُوَ يَنْوِي أَنْ يَقُومَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ، فَغَلَبَتْهُ عَيْنُهُ حَتَّى يُصْبِحَ، كُتِبَ لَهُ مَا نَوَى، وَكَانَ نَوْمُهُ صَدَقَةً عَلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ
Artinya: “Barangsiapa beranjak tidur dengan niat untuk bangun dan shalat malam, namun kantuk mengalahkannya hingga tiba pagi, maka akan ditulis baginya apa yang diniatkan, dan tidurnya dihitung sebagai sedekah dari Rabbnya.” (H.R. Ibnu majah no.1344)
Dapat Pahala berjihad, walau tidak ikut berangkat.
Dari Jabir radhiyAllahu‘anhu, ia berkata, dalam suatu peperangan (perang tabuk) kami pernah bersama Nabi ﷺ, lalu Beliau bersabda: “Sesungguhnya di Madinah ada beberapa orang yang tidak ikut melakukan perjalanan perang, juga tidak menyeberangi suatu lembah, namun mereka bersama kalian (dalam pahala). Padahal mereka tidak ikut berperang karena mendapatkan uzur sakit.” (H.R. Muslim, no. 1911).
- Memperbanyak Taubat dan Istighfar
Setiap manuasia pasti pernah melakukan kesalahan dan dosa. Di antara hal yang dapat menghilangkan semangat dalam beribadah adalah dosa, nikmatnya ibadah Ramadhan berubah menjadi hambar karena dosa-dosa kita sendiri. Ibnul Qoyyim Al-Zauzi mengatakan dalam kitabnya: “Dampak dari Dosa & Maksiat adalah, Allah ﷻ akan cabut nikmat ketika beribadah”. Maka mari sebelum memasuki Ramadhan, kita perbanyak taubat dan istighfar. Buat target sehari istighfar 500x. caranya bagaimana?. Setiap usai sholat kita baca istighfar 100x.
- Memperbanyak Doa
Dianatara doa yang harus kita perbanyak menjelang Ramadhan adalah:
- Doa meminta dipanjangkan usia agar bisa bertemu Ramadhan,
للَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan perjumpakanlah kami dengan bulan Ramadhan.”
- Doa agar diberikan keselamatan,
اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً
Arinya: “Ya Allah, selamatkanlah aku sampai Ramadhan, dan sampaikanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah segala amal-amalku.”
Jamaah Jum’at Rahimakumullah kita tidak ada yang tahu apakah umur kita sampai ke romadhon tahun ini. Ramadhan Tahun lalu, mungkin ada sodara-sodara kita yag masih tarawih disamping kita, buka puasa bersama kita .. namun kini, mereka telah tiada, mereka telah mendahului kita.
- Tingkatkan beragam amal Sholih, anggaplah bahwa ini hari-hari Ramadhan.
Lakukan sholat wajib berjamaah dimasjid, sholat Sunnah Rowatib 12 Rokaat, membaca Al-Quran dan amalan-amalan sunnah yang lain.
Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an, maka mari kita tingkatkan interaksi kita dengan Al-Qur,an. Beberapa ulama besar mempunyai interaksi yang luar biasa dengan Al-Qur’an, misalnya: Abu Hanifah mengkhatamkan Al-Quran di bulan Ramadhan sebanyak enam puluh kali. Sekali di malam hari, dan sekali di siang hari. Imam Asy Syafi’i Ra. mengkhatamkan Al Quran dalam satu bulan (selain Ramadhan) sebanyak tiga puluh kali, dan di setiap Ramadhan beliau mengkhatamkan sebanyak enam puluh kali, selain bacaan Al Quran di shalat.
Kebaikan di bulan Ramadhan diberi balasan yang berlipat ganda sehingga jangan sampai lupa untuk juga memperbanyak sedekah dan membantu/menolong orang lain.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم


















