Credit:
Haniah Nurul Azkia
(Santriwati Pondok Tahfidz Istana Qur’an Indonesia Lampung)
الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Hadirin Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah ﷻ, pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita senantiasa meningkatkan takwa pada Allah ﷻ dengan menjalankan segala perintah-Nya.
Hadirin Rahimakumullah, sudah menjadi rahasia umum, bahwa kita para kaum lelaki adalah kepala keluarga yang ingin agar anak kita bisa sukses dunia dan akhirat. Tak jarang, kita menitipkan sang anak ke lembaga-lembaga pendidikan ternama agar kelak bisa menjadi kebanggaan umat. Namun tak sedikit juga anak-anak yang justru gagal. Gagal dalam mengamalkan ilmu, gagal menjadi penjaga Al-Qur’an, bahkan gagal menjadi anak yang berbakti. Mengapa demikian? Mengapa anak-anak yang berada dalam lingkungan para penuntut ilmu bisa gagal?
Betapa banyak dari kita yang menyalahkan lembaga pendidikan atas kegagalan anak kita. Malah tak jarang, kita menyalahkan sang anak, dan tanpa sadar menjadi penyebab terbesar kegagalan mereka.
Salah satu penyebabnya adalah faktor pemaksaan terhadap harapan kita tanpa melihat potensi sang anak. Tidak sedikit anak-anak yang menjadi korban harapan orang tuanya. Orang tua menuntut anaknya untuk menjadi juara kelas, hafidz Al-Qur’an, bahkan menuntut anaknya menjadi sempurna. Lantas, tak jarang ketika sang anak telah mencapai apa yang kita mau, kita lupa mengucapkan terima kasih serta selamat atas perjuangan mereka. Dan berakhir anak itu merasa prestasi mereka tak ada nilainya. Tapi saat mereka tak berhasil mencapai harapan kita, tak sedikit di antara kita yang malah kekerasan fisik dan menghancurkan rasa aman terhadap ayahnya. Allah ﷻ berfirman :
كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡقِتَالُ وَهُوَ كُرۡهٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡٔٗا وَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡٔٗا وَهُوَ شَرّٞ لَّكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ ٢١٦
Artinya : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah ﷻ mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)
Rasulullah ﷺ bersabda :
عن أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا خَيْرًا لَهُ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ
Artinya: “Dari Ayyub bin Musa, dari bapaknya, dari kakeknya, Rasulullah ﷺ bersabda: Tiada pemberian orang tua terhadap anaknya yang lebih baik dari adab yang baik” (H.R. At-Tirmidzi no.1952).
عن ابن عباس عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال أَكْرِمُوْا أَوْلَادَكُمْ وَأَحْسِنُوْا آدَابَهُمْ رواه ابن ماجه
Artinya: “Dari sahabat Abdullah bin Abbas ra, dari Rasulullah ﷺ bersabda: Muliakanlah anak-anakmu, perbaikilah adab mereka.” (H.R. Ibnu Majah no.3661).
Ma’asyiral muslimin Rahimakumullah. Dari hadits-hadits di atas, kiranya dapat menjadi pelajaran bagi kita agar bisa menjadi orang tua yang tidak hanya mengajarkan tentang materi dunia tapi bisa menjadi panutan untuk menuju akhirat. Aamin ya Rabbal a’lamin
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم


















