Penulis:
Son Haji, S.Si
(Bendahara Dewan Dakwah Indonesia Provinsi Lampung)
إن الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِل لَهُ وَمَنْ يضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَن سَيِّدَنَا مُحَمدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لا نَبيّ بَعْدَهُ، اللهُم فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى هَذَا النبِيِّ الْكَرِيْمِ وَعلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ…
أَمّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ
Jamaah Jumat Rohimakumullah, Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benar takwa, yakni dengan menjalankan apa yang Allah ﷻ perintahkan kepada kita, dan menjauhi apa-apa yang dilarang Allah ﷻ.
Rosulullah Muhammad ﷺ, telah mengajarkan kepada ummatnya agar kita menebarkan ucapan salam. Sebagaimana dalam hadist:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ
«يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ»
Artinya: “Dari ‘Abdullah bin Salam radhiyAllahu‘anhu, Nabi ﷺ, bersabda, “Wahai manusia, tebarkanlah salam, bagikanlah makanan, dan shalatlah pada waktu malam ketika orang-orang sedang tidur, niscaya kalian pasti masuk surga dengan selamat.” (H.R. At-Tirmidzi no.2485)
Dalam hadits ini, Rosululullah menganjurkan agar kita menebarkan salam kepada manusia (muslim). Kemudian pada hadist yang lain;
Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al Ash radhiAllah ﷻu’anhu, Nabi ﷺ bersabda:
اعبُدوا الرحمنَ ، و أطعِمُوا الطعامَ ، وأَفشوا السَّلامَ ، تَدخُلوا الجنَّةَ بسَلامٍ
Artinya: “Sembahlah Ar Rahman semata, berikanlah makan (kepada yang membutuhkan), tebarkanlah salam, maka engkau akan masuk surga dengan selamat.” (H.R. Bukhari no.12)
Jamaah Jumat, Rohimakumullah.. Mari kita kaji sedikit tentang makna ucapan salam (terutama “Assalamualaikum“) adalah doa yang mendalam untuk keselamatan, rahmat (kasih sayang), dan keberkahan bagi orang yang disapa, berfungsi sebagai penguat persaudaraan, simbol perdamaian, dan penghormatan yang menciptakan ikatan sosial serta komunikasi efektif, serta mencerminkan nilai-nilai Islam tentang cinta dan persatuan. Ucapan ini mendoakan perlindungan dari segala keburukan di dunia dan akhirat, serta mempererat hubungan antar manusia tanpa memandang kenal atau tidak.
Ada beberapa kaidah ucapan salam dalam keseharian, antara lain:
- Ucapkan salam kepada orang yang dikenal atau tidak dikenal.
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bahwasanya ada seseorang yang bertanya pada Nabi ﷺ.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ
سَأَلَ رَجُلٌ النَّبِيَّ ﷺ: أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ
قَالَ: تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ
Artinya: “Amalan Islam apa yang paling baik?” Beliau ﷺ lantas menjawab, “Memberi makan (kepada orang yang butuh) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenali dan kepada orang yang tidak engkau kenali. ” (H.R. Bukhari no. 6236)
- Mengulangi Kembali ucapan salam, setelah terpisah sebentar
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ
إِذَا لَقِيَ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُسَلِّمْ عَلَيْهِ، فَإِنْ حَالَتْ بَيْنَهُمَا شَجَرَةٌ أَوْ جِدَارٌ أَوْ حَجَرٌ، ثُمَّ لَقِيَهُ فَلْيُسَلِّمْ عَلَيْهِ
Artinya: “Dari Abu Hurairah radhiyAllahu‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,: “Apabila salah seorang di antara kalian bertemu dengan saudaranya hendaklah ia mengucapkan salam kepadanya. Lantas jika ada pohon yang menghalangi antara mereka berdua, atau dinding, atau batu, kemudian ia bertemu lagi dengannya, maka hendaklah ia mengucapkan salam lagi kepadanya.” (H.R. Abu Daud no.5200)
- Orang yg bekendara Lebih Utama Memulai Salam
Dari Abu Hurairah radhiAllahu’anhu, Nabi ﷺ bersabda:
يُسَلِّمُ الرَّاكِبُ علَى الماشِي، والماشِي علَى القاعِدِ، والقَلِيلُ علَى الكَثِيرِ
Artinya: “Orang yang naik kendaraan hendaknya memulai salam kepada yang berjalan kaki. Orang yang berjalan kaki hendaknya memulai salam kepada yang sedang duduk. Rombongan orang yang sedikit hendaknya memulai salam kepada orang yang banyak” (H.R. Bukhari no.6231 dan Muslim no.2160)
- Ucapkan salam kepada anak2 Kecil
“Sesungguhnya Anas bin Malik berjalan melewati anak kecil, kemudian beliau mengucapkan salam kepada mereka.” Anas berkata, “Nabi ﷺ dulu biasa melakukannya.” (H.R. Bukhari no. 6247 dan Muslim no. 2168)
Di antara Hikmah ucapan salam kepada anak-anak adalah
- memberikan Edukasi (pengajaran) menanamkan uacapan salam sejak keci
- Memberikan perhatian dan empati kepada anak2 kecil
Salah satu tip dari Nabi ﷺ agar kita memeiliki ikatan ukhuwah dan persatuan adalah dengan membudayakan ucapan salam.Dari Abu Hurairah radhiAllahu’anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
لا تَدْخُلُونَ الجَنَّةَ حتَّى تُؤْمِنُوا، ولا تُؤْمِنُوا حتَّى تَحابُّوا، أوَلا أدُلُّكُمْ علَى شيءٍ إذا فَعَلْتُمُوهُ تَحابَبْتُمْ؟ أفْشُوا السَّلامَ بيْنَكُمْ
Artinya: “Tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak dikatakan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Sebarkan salam di antara kalian.” (H.R. Muslim no.54).
Jamah jumat rohimakumullah.. Begitu besar fadhillah salam, amalan agung yang yang sering terabaikan. Melalui mimbar ini khotib mengajak kepada kita semua, mari kita hidupkan salam mulai dari rumah kita; lingkungan rumah kita, lingkungan tempat kerja. Bismillah.. insyAllah ﷻ akan ada suasana lain.
semogaAllah ﷻ bimbing kita untuk mengamalkan tentang syariat salam ini.. Aamiin
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِأَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم


















