• Profil
  • Struktur
  • Visi & Misi
Wednesday, November 4, 2026
Dewan Dakwah Lampung
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Dewan Dakwah
    • Berita Dunia Islam
    • Berita Nasional
  • Kiprah Dai
  • Tazkiyah
    • Materi Khutbah
    • Ustadz Anshori
    • Ustadz Ghufron
    • Cerpen
    • Hikmah
    • Keluarga
    • Pemuda
    • Puisi & Syair
  • Konsultasi
    • Fatwa
  • Fiqh Zakat
  • Pendidikan
    • ADI LAMPUNG
    • QURANIC SCHOOL DEWAN DA’WAH LAMPUNG
    • PPTQ DEWAN DAKWAH LAMPUNG
    • PPTQ M NATSIR DEWAN DAKWAH LAMPUNG
    • TK DEWAN DAKWAH LAMPUNG
  • Kolom Foto
  • HAJI & UMROH
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Dewan Dakwah
    • Berita Dunia Islam
    • Berita Nasional
  • Kiprah Dai
  • Tazkiyah
    • Materi Khutbah
    • Ustadz Anshori
    • Ustadz Ghufron
    • Cerpen
    • Hikmah
    • Keluarga
    • Pemuda
    • Puisi & Syair
  • Konsultasi
    • Fatwa
  • Fiqh Zakat
  • Pendidikan
    • ADI LAMPUNG
    • QURANIC SCHOOL DEWAN DA’WAH LAMPUNG
    • PPTQ DEWAN DAKWAH LAMPUNG
    • PPTQ M NATSIR DEWAN DAKWAH LAMPUNG
    • TK DEWAN DAKWAH LAMPUNG
  • Kolom Foto
  • HAJI & UMROH
No Result
View All Result
Dewan Dakwah Lampung
No Result
View All Result
Home Tazkiyah Cerpen

JERUJI BESI MENJADI WASHILAH HIJRAHKU

Dewan Dakwah Lampung by Dewan Dakwah Lampung
4 November 2026
JERUJI BESI MENJADI WASHILAH HIJRAHKU

Aku adalah seorang ibu rumah tangga yang dikaruniai oleh Allah 3 orang anak. Dua anak perempuan dan 1 anak laki-laki.

Pagi itu, seperti biasa, aku bangun pukul 04.30 WIB. Layaknya seorang ibu, aku beres-beres rumah dan mempersiapkan sarapan pagi untuk anak-anakku. Anakku yang nomor 2 berangkat sekolah pukul 06.05 WIB saat jemputannya sudah datang.

Pada hari itu, di rumahku kedatangan mantan suamiku yang baru beberapa bulan bebas dari penjara dengan kasus narkoba. Dari pernikahanku dengan dia, aku dikaruniai 1 anak laki-laki yang sangat tampan. Pada waktu itu, mantan suamiku ini sedang menjenguk anaknya karena sudah beberapa tahun tak bertemu selama ia dalam kungkungan terali besi.

Saat itu, denting jam di dinding menunjukkan pukul 06.30 WIB. Sebuah nada dering panggilan telpon genggam terdengar sayup-sayup menembus pintu kamar yang sangat tebal. “Hallo.., assalamu’alaikum… “, suaraku menjawab panggilan telpon itu.

“Waalaikumsalam…. “, jawab suara yang terdengar tidak asing lagi di telingaku.

“Gimana kabarnya, Bu Lisa…?”, tanya suara berlogat Aceh kental.

“Alhamdulillah baik, Pak Cik…”, jawabku dengan nada suara yang sopan. Pak Cik adalah sebutan untuk orang Aceh. Beliau adalah bandar narkoba besar yang sudah bolak-balik masuk penjara.

“Ada apa ya, Pak Cik…? Pagi-pagi sudah telpon aku? Apakah ada yang penting…?”, tanyaku meneruskan percakapan.

“Begini, Bu…. “, suara Pak Cik terdengar berhenti sejenak. ” Bahan sayur sudah sampai di Jakarta”, lanjutnya pula. “Sayur” adalah sebutan untuk ganja agar tidak diketahui polisi.

“Katanya kemarin gak ada kerjaan….!” suaraku agak meninggi karena ada sedikit kecewa.

“Ini kerjaan orang, Bu…. Bukan kerjaan saya”, suara Pak Cik menjelaskan dengan sabar berusaha meredam kekecewaanku.

“Ada orang gak, Bu…? Yang bisa bawa mobil untuk mengantar ke gudang…. “, suara Pak Cik melanjutkan.

“Aku terdiam sejenak sambil berpikir keras. Dalam hatiku bergumam, “Siapa, ya…?”

“Nanti coba kucari dulu orangnya, ya Pak”, jawabku. Setelah itu akupun langsung menutup telponnya.

Dengan pikiran bingung, aku melangkah perlahan keluar dari kamar. Dengan pikiran menerawang jauh, aku bertanya dalam hati, ” Siapa ya kira-kira orangnya…?”

Aku tersentak dari lamunan dan hampir melompat ketika terdengar suara “Siapa yang nelpon kamu tadi…?”. Mantan suamiku bertanya dengan nada marah.

“Tadi Pak Cik yang telpon aku, Kak…” jawabku. Aku masih menyebut mantan suamiku dengan panggilan Kakak.

“Mau ngapain dia…? Pagi-pagi sudah telpon kamu…!”, tanya Kakak dengan nada cemburu.

“Kata Pak Cik, ada kerjaan. Sayur sudah sampai di Jakarta. Terus Pak Cik mencari orang yang mau ambil mobil dari supir yang mengantar dari Aceh ke Jakarta untuk diantar ke gudang”, jawabku menjelaskan.

” Oo…, oh…”, gumam Kakak.

“Kira-kira siapa ya, Kak…?” balas aku bertanya.

Sejenak Kakak berpikir sambil memegangi kepalanya. “Ya, sudah. Biar Kakak aja yang ambil mobil untuk diantar ke gudang”, jawab Kakak memberi solusi.

“Tapi siapa ya yang bisa menemani Kakak?” Kakak menoleh sambil melihat ke arahku.

“Gimana kalo kita minta bantuan sama Ahmad? Kemarin kan dia minta kerjaan sama aku”, jawabku. Ahmad adalah anak dari kakakku, jadi dia keponakanku.

” Boleh, boleh…. “, jawab Kakak sambil tersenyum.

” Tapi kamu jangan ngomong ke Pak Cik kalau yang mau ambil itu Kakak. Bilang aja yang mau ambil mobil Ahmad dan bapaknya”, jawab Kakak menambahkan.

“Iya…. “, kataku lega.

Pagi itu setelah kami berbincang-bincang, aku langsung telpon Ahmad; dan tidak lama kemudian dia datang diantar oleh istrinya.

Kakak dan Ahmad langsung berangkat dengan petunjuk Pak Cik. Dengan perasaan penuh ketakutan dan was-was, aku melepas Kakak dan Ahmad dengan diiringi doa “Mudah-mudahan mereka selamat dan tidak ada halangan apapun dalam pekerjaan ini”.

***

Saat waktu menunjukkan pukul 09.30 WIB, dalam hatiku bertanya, ” koq, mereka belum ada kabar, ya…?”

Lalu aku ambil HP dan mencoba untuk mengirim WA ke Kakak dan Ahmad. Tapi tak satupun yang membalas pesanku. Kemudian aku mencoba menelpon mereka, tapi mereka pun tidak merespon.

Hati dan perasaanku serta jantungku berdegup kencang, “Ada apa ya dengan mereka? ”

“Jangan-jangan…. “, aku jadi ketakutan membayangkannya. Kemudian aku mencoba menelpon ke nomor Pak Cik dan ternyata Pak Cik pun sama, tidak bisa menghubungi mereka.

Singkat cerita, pagi berlalu menuju siang. Siang pun tenggelam ditelan oleh senja yang menutupi.

Azan magrib berkumandang, mobil pengantar sound dari toko sampai di depan rumah. Pada waktu itu tanggal 30 September 2016, aku sedang mempersiapkan ulang tahun untuk anakku yang paling kecil, karena besok 1 Oktober adalah hari jadi dia yang kedua. Karena itu, aku membeli sound system baru untuk acara ulang tahun besok.

Tiba-tiba…. “Assalamu’alaikum…!” terdengar suara keras di depan pintu rumah yang terbuka lebar.

“Wa’alaikumussalam…. ” jawabku sambil bergetar. Karena aku tahu dari seragamnya, orang itu adalah polisi.

“Tolong ibu siap-siap untuk ikut kami ke Mabes. Karena mantan suami dan ponakan ibu sudah kami tangkap”, kata salah seorang dari mereka.

Jantungku terasa berhenti, nafasku pun rasanya ikut berhenti seketika. Terasa disambar petir dengan hebatnya. Aku terdiam. Anak-anakku menangis sambil memelukku dengan erat.

“Mama jangan pergi. Mama jangan tinggalkan kami….”

“Mama gak apa-apa, Nak….”, jawabku sambil menciumi mereka dengan perasaan pilu.

” Mari, Bu. Kita berangkat. Besok-besok, anak-anak bisa ke sana”, kata Pak Polisi membuyarkan tangisan anak-anakku.

“Jaga adik-adik ya, Mbak….”, pesanku kepada anakku yang pertama dengan perasaan sedih dan bercucuran air mata.

Mobil Mabes berjalan kencang menuju ke arah Cawang, Jakarta Timur. Pada waktu itu, Kantor Mabes masih menumpang di Kantor BNN Jakarta Timur.

Sampailah aku ke gedung BNN. Ternyata di sana kulihat sudah ada Kakak, Ahmad, dan Pak Cik yang sudah babak belur dipukuli polisi. Aku menangis memeluk keponakanku. Aku mengumpat dan marah pada polisi, kenapa mereka memukuli keponakanku sampai babak belur dan sudah tak terlihat lagi seperti manusia. Wajahnya bengkak seperti binatang panda dan dadanya sudah memar-memar karena kerasnya pukulan polisi.

***

1 Oktober 2016

Awal perjalananku masuk ke dalam dunia yang penuh dengan keterbatasan. Penuh dengan kekangan. Empat bulan sudah aku di Mabes. Kemudian aku, Kakak, Ahmad, dan Pak Cik mulai pelimpahan ke Kejaksaan. Aku ke Rutan Pondok Bambu. Mereka ke Lapas Bulak Kapal, Bekasi.

Sidang pertama dimulai. Dilanjutkan sidang kedua. Hingga sidang ke-23. Jaksa memberikan tuntutan hukuman seumur hidup. Dengan perasaan sedih, aku memberi tahu anak-anakku bahwa Mama dituntut seumur hidup. Aku mencoba jujur kepada anak-anakku, agar anak-anak bisa lebih mengerti.

“Bantu Mama do’a ya, Nak. Minta sama Allah agar Mama mendapat angka yang terbaik dari Allah untuk kita”. Anak-anakku mengaminkan dengan tetesan air mata.

Selama perjalanan waktu persidangan, di dalam Rutan Pondok Bambu ada berbagai macam lomba sebagai salah satu kegiatan pembinaan di sana. Salah satunya adalah Lomba Ceramah dan Lomba Melantunkan Asma’ul Husna.

Sidang terakhir yaitu pembacaan vonis hukuman. Alhamdulillah Allah memberikan angka yang terbaik untuk kami, yaitu vonis hukuman 20 tahun subsider 2 bulan. Langsung aku sujud syukur menerima keputusan itu.

***

Satu tahun 2 bulan sudah aku menjalani hukuman di Rutan Pondok Bambu. Malam itu, bertepatan dengan malam Jumat, suara petugas terdengar sangat kencang memanggil nama-nama siapa saja yang akan dioper ke Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Bandar Lampung. Salah satunya adalah aku.

Tanggal 15 Desember 2017, seratus orang masuk ke dalam bus pariwisata menuju ke Lampung, termasuk aku.

Bulan pertama kami menjalani hukuman di LPP Bandar Lampung dengan penuh kegalauan. Karena aturan di Rutan Pondok Bambu dan di LPP Bandar Lampung sangat berbeda. Tapi kami harus jalani dengan ikhlas.

Bulan berganti, tahun pun berlalu. Aku dipercaya oleh KASI BINADIK (Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan) untuk membantu membimbing teman-teman dalam perkara agama Islam.

Walaupun di sini aku juga masih belajar, tapi aku mencoba mengamalkan sedikit ilmu yang aku tahu. Karena itu adalah nasihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam “Sampaikanlah walau satu ayat”.

Aku mengajarkan teman-teman bagaimana membaca Alquran dengan benar. Seminggu sekali aku mengajar tajwid dan sedikit-sedikit apa yang aku tahu tentang fiqih, aqidah, akhlak, serta hukum-hukum syariat dalam Islam. Aku berbagi dengan teman-teman.

Puncaknya pada tahun 2024, pada waktu itu peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan. Dirjen Pemasyarakatan pusat mengadakan berbagai macam lomba dakwah. Dengan arahan dan bimbingan Ibu Kalapas dan Ibu Kasi Binadik, serta Ibu Kasi Bimaswat; aku mengikuti Lomba Dakwah.

Alhamdulillah dari tingkat Lapas, kemudian naik ke tingkat kantor wilayah, dan terakhir ke tingkat nasional; aku meraih Juara 1 kategori Dewasa Putri.

Aku menangis. Semua petugas menangis haru dan bahagia karena sudah mengharumkan nama Provinsi Lampung di kancah nasional.

“Umi…. Selamat, ya….”, kata teman-temanku dengan nada bahagia. Umi adalah panggilan untukku dari teman-teman karena aku mengajar dan membantu membimbing teman-teman santri di LPP Bandar Lampung.

Dengan wajah yang sembab karena menangis, aku berlari menuju wartel. “Assalamu’alaikum, Mbak…! ” sapaku memanggil anakku yang pertama lewat gagang HP di wartel.

“Waalaikumussalam, Mah…. ” jawab anak perempuanku dengan lembut.

“Mama Juara 1, Nak…! ” jeritku tertahan. Aku berhenti sejenak sambil meneteskan air mata karena tak sanggup lagi melanjutkan kata-kata.

“Alhamdulillah….”, jawab anakku di seberang sana sambil menangis terharu.

” Mbak bangga punya orang tua seperti Mama…. ”

“Trimakasih, sayang….”, balasku dengan nada menahan rasa haru dan isakan tangis, karena selama ini tidak pernah ada kata-kata itu keluar dari mulut anak-anakku. Walaupun anak-anak sudah aku mewahkan hidupnya dengan uang narkoba.

” Mama dapat hadiah uang. Nanti ditransfer dari pihak Lapas ke rekening Mbak, ya…. “, ucapku dengan bangga.

” Iya, Mah….”, balas anakku dengan senang.

Sabtu, 27 April 2024, saatnya aku menerima Piagam penghargaan dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) yang diwakilkan oleh Ibu Kepala Kanwil Provinsi Lampung.

Aku bahagia. Teman-teman pun ikut bahagia. Aku pajang Piagamku itu di dalam masjid Lapas untuk memotivasi teman-teman bahwa kita bisa berubah menjadi orang yang lebih baik dan bisa menjadi kebanggaan keluarga, terutama anak-anak; asalkan kita mau bertobat, bersabar, berhijrah, dan bertawakal kepada Allah. Karena janji Allah dalam QS Ath Thalaq: 2-3 “Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya”.

Ternyata Allah membimbing aku dan teman-teman di sini menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain.

Tahun 2026 InsyaAllah tahun terakhir aku di dalam jeruji besi. Hampir 10 tahun perjalanan hijrahku di Lapas ini. Tahun ini InsyaAllah aku akan berkumpul kembali dengan anak-anakku yang sudah sekian lama kutinggalkan.

“Mama pulang, Nak….”
“Mama janji, Mama tidak akan mengulangi perbuatan seperti yang dulu lagi. Mama akan selalu bersama kalian. Memeluk, mencium, dan membimbing kalian; agar kalian menjadi anak Mama yang sholih dan sholihah….”

“Dan yang terakhir, kita akan berkumpul bersama-sama di dalam surga-Nya Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin….”

 

*_Cerpen ini kupersembahkan untuk Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Bandar Lampung dan yang utama untuk anak-anakku tersayang…._*

Seperti yang dituliskan oleh yang bersangkutan kepada Yeni Widarsih, daiyah Muslimat Dewan Da’wah Lampung selaku Pembina WBP LPP Kelas II A Bandar Lampung

Komentar

Previous Post

QURANIC SCHOOL DEWAN DAKWAH LAMPUNG SUKSES GELAR QOWWAM ISLAMIC FESTIVAL 2026

IKUTI KAMI

Terbaru

  • JERUJI BESI MENJADI WASHILAH HIJRAHKU
  • QURANIC SCHOOL DEWAN DAKWAH LAMPUNG SUKSES GELAR QOWWAM ISLAMIC FESTIVAL 2026
  • DAUROH AL-QUR’AN DI MASJID AL MUZAINI: IKHTIAR KADERISASI DAN PENGUATAN ILMU SANTRI DEWAN DAKWAH LAMPUNG TIMUR
  • Meneladani Kesuksesan Nabi Muhammad
  • Mensyukuri Kemerdekaan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tanamkan Nilai Cinta NKRI , Santri Dewan Dakwah Salat Gaib untuk Awak KRI Nanggala 402

Tanamkan Nilai Cinta NKRI , Santri Dewan Dakwah Salat Gaib untuk Awak KRI Nanggala 402

27 April 2021
Selamat berdakwah !

Selamat berdakwah !

25 April 2021
Kemitraan dalam dakwah

Kemitraan dalam dakwah

22 April 2021
Keterbatasan seorang Dai

Keterbatasan seorang Dai

28 April 2021
MK Putuskan Tolak Gugatan Ahmadiyah Terhadap UU Penistaan Agama

MK Putuskan Tolak Gugatan Ahmadiyah Terhadap UU Penistaan Agama

0
Ustadz Dr. Jeje Zainuddin : Daftar Penceramah Tak Berpengaruh bagi Dai yang Ikhlash

Ustadz Dr. Jeje Zainuddin : Daftar Penceramah Tak Berpengaruh bagi Dai yang Ikhlash

0
PETA GERAKAN PENERBITAN KAUM KIRI (KOMUNISME) DI INDONESIA

PETA GERAKAN PENERBITAN KAUM KIRI (KOMUNISME) DI INDONESIA

0
Tiga Alasan Kenapa Kita Harus Menolak Syiah

Tiga Alasan Kenapa Kita Harus Menolak Syiah

0
JERUJI BESI MENJADI WASHILAH HIJRAHKU

JERUJI BESI MENJADI WASHILAH HIJRAHKU

4 November 2026
QURANIC SCHOOL DEWAN DAKWAH LAMPUNG SUKSES GELAR QOWWAM ISLAMIC FESTIVAL 2026

QURANIC SCHOOL DEWAN DAKWAH LAMPUNG SUKSES GELAR QOWWAM ISLAMIC FESTIVAL 2026

4 November 2026
QURANIC SCHOOL DEWAN DAKWAH LAMPUNG SUKSES GELAR QOWWAM ISLAMIC FESTIVAL 2026

DAUROH AL-QUR’AN DI MASJID AL MUZAINI: IKHTIAR KADERISASI DAN PENGUATAN ILMU SANTRI DEWAN DAKWAH LAMPUNG TIMUR

4 November 2026
Meneladani Kesuksesan Nabi Muhammad

Meneladani Kesuksesan Nabi Muhammad

3 November 2026

Recommended

Dewan Dakwah Audiensi Bupati Nanang Akan Bangun Masjid ke 99 Di Lampung Selatan

Dewan Dakwah Audiensi Bupati Nanang Akan Bangun Masjid ke 99 Di Lampung Selatan

30 August 2022
Rayakan Hari Santri, Dewan Dakwah Selenggarakan Mukhayyam Qur’an Dewan Da’wah Lampung 2023

Rayakan Hari Santri, Dewan Dakwah Selenggarakan Mukhayyam Qur’an Dewan Da’wah Lampung 2023

24 October 2023

 

Gedong Meneng, Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35147
Telp. (0721) 772893

Kategori

  • Berita
  • Berita Dewan Dakwah
  • Berita Dunia Islam
  • Berita Nasional
  • Cerpen
  • Fatwa
  • Featured
  • Fiqh Zakat
  • Hikmah
  • Info Lazis
  • Keluarga
  • Khutbah Jumat
  • Kiprah Dai
  • Kolom Foto
  • Konsultasi
  • Laznas
  • Live
  • Materi Khutbah
  • Muslimat
  • Pemberdayaan
  • Pemuda
  • Pendidikan
  • PPTQ DEWAN DA'WAH KEMILING
  • PPTQ DEWAN DAKWAH LAMPUNG
  • PPTQ M NATSIR DEWAN DAKWAH LAMPUNG
  • Program Pilihan
  • Puisi & Syair
  • QURANIC SCHOOL OF DEWAN DA'WAH
  • Tak Berkategori
  • Tazkiyah
  • TK DEWAN DAKWAH LAMPUNG
  • Ustadz Anshori
  • Ustadz Ghufron
  • Wakaf
  • Profil
  • Struktur
  • Visi & Misi

© 2021 Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Provinsi Lampung

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Dewan Dakwah
    • Berita Dunia Islam
    • Berita Nasional
  • Kiprah Dai
  • Tazkiyah
    • Materi Khutbah
    • Ustadz Anshori
    • Ustadz Ghufron
    • Cerpen
    • Hikmah
    • Keluarga
    • Pemuda
    • Puisi & Syair
  • Konsultasi
    • Fatwa
  • Fiqh Zakat
  • Pendidikan
    • ADI LAMPUNG
    • QURANIC SCHOOL DEWAN DA’WAH LAMPUNG
    • PPTQ DEWAN DAKWAH LAMPUNG
    • PPTQ M NATSIR DEWAN DAKWAH LAMPUNG
    • TK DEWAN DAKWAH LAMPUNG
  • Kolom Foto
  • HAJI & UMROH

© 2021 Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Provinsi Lampung