Penulis:
Bayu Ari Wibowo
(Ketua Bidang BUMD Dewan Dakwah Lampung)
إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah ﷻ, Marilah kita renungkan sejenak kondisi umat saat ini. Di tengah banyaknya masalah krisis moral, tekanan ekonomi, keluarga yang rapuh, anak muda kehilangan arah ada satu tempat yang Allah ﷻ tetap bukakan pintunya, tidak pernah menolak tamunya, tidak pernah menutup rahmatnya. Tempat itu adalah Masjid.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Tempat yang paling dicintai Allah di muka bumi adalah masjid.” (H.R. Muslim no.671)
Namun hari ini, justru tempat yang paling Allah ﷻ cintai sering kita lalaikan. Banyak masalah hadir karena kita menjauh dari masjid, seperti
• Banyak keluarga rapuh karena mereka tak pernah sujud bersama.
• Banyak hati gelisah karena dzikir diganti sibuk scroll media sosial.
• Banyak anak muda terseret pergaulan karena mereka tak merasakan hangatnya masjid.
• Banyak ekonomi rumah tangga hancur karena kehilangan barokah, jauh dari sedekah dan jamaah.
Jamaah yang dirahmati Allah ﷻ, Kita harus jujur kepada diri sendiri…Apakah masjid di hati kita masih hidup?. Atau hanya bangunan yang kita datangi sekadarnya?
Padahal Allah ﷻ menjanjikan:
إِنَّمَا يَعۡمُرُ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمۡ يَخۡشَ إِلَّا ٱللَّهَۖ فَعَسَىٰٓ أُوْلَٰٓئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُهۡتَدِينَ ١٨
Artinya: “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah adalah orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah: 18)
Artinya, kualitas iman seseorang terlihat dari kedekatannya dengan masjid. Masjid bukan hanya tempat shalat masjid adalah pusat peradaban. Dulu Rasulullah ﷺ memulai segalanya dari masjid, membangun iman, membina keluarga, menguatkan ekonomi, menyiapkan pemimpin muda, menyatukan umat, menyelesaikan konflik, dan melahirkan peradaban.
Masjid adalah jantung umat. Jika masjid hidup, umat hidup. Jika masjid mati, umat layu. Maka, mari kita bertanya: Apakah masjid hari ini kembali menjalankan perannya?. Atau hanya jadi bangunan indah yang sepi aktivitas?
Jamaah yang dimuliakan Allah ﷻ….
Kita semua sadar, umat hari ini menghadapi banyak problematika berat seperti pinjol dan riba yang menghancurkan rumah tangga, perceraian meningkat, anak muda jauh dari agama, kecanduan digital yang merusak akhlak, individualisme yang merusak ukhuwah dan mental umat yang melemah. Semua ini membutuhkan solusi. Dan solusi terbaik itu ada di masjid.
Mengapa Masjid adalah solusi?. Kerana masjid bukan hanya tempat melakukan ibadah, tapi tempat memperbaiki jiwa, menguatkan keluarga, menyatukan jamaah, menyebarkan ilmu, menumbuhkan ekonomi, bahkan tempat lahirnya pemimpin masa depan. Masjid adalah pusat energi positif umat.
Allah ﷻ berfirman:
وَأَنَّ ٱلۡمَسَٰجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدۡعُواْ مَعَ ٱللَّهِ أَحَدٗا ١٨
Artinya: “Dan bahwasanya masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah kamu menyembah selain Allah.” (QS. Al-Jinn: 18)
Agar masjid kembali menjadi solusi, kita semua harus kembali ke masjid. Kembali sujud berjamaah minimal 1 waktu di masjid, jadikan masjid tempat menenangkan hati bukan pelarian terakhir, dan yang tak kalah penting, ajak anak, istri, keluarga merasakan cahaya masjid.
Kepada Takmir yang mengurus masjid, mari jadikan masjid ramah anak muda, bukan tempat yang kaku dan menghakimi. Hidupkan program kajian keluarga, mentoring anak muda, literasi keuangan syariah, sedekah produktif. Jadikan masjid pusat solusi, bukan hanya tempat seremonial.
Kepada para Donatur / Muhsinin yakinlah sedekah ke masjid bukanlah biaya tapi investasi akhirat. Jika masjid maju, umat akan bangkit.
Wahai jamaah Jum’at yang dirahmati Allah ﷻ, Kalau hari ini masjid kembali kita hidupkan maka anak muda akan kembali menemukan arah, keluarga akan kembali harmonis, ekonomi akan kembali berbarokah, umat akan kembali kuat, dan hidup kita akan kembali bercahaya. Karena cahaya hidup berasal dari cahaya masjid.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ
وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ
وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم


















