Ketua Dewan Da’wah Provinsi Lampung didampingi sekretaris menghadiri undangan kegiatan Silaturahmi Oramas Islam Se- Provinsi Lampung bersama MUI Pusat bertempat di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Lampung, Jum’at 02 Oktober 2026. Kegatan ini dihadiri oleh pimpinan ormas di Lampung, Muhammadiyah, Perti, Al khairiyah, Matalul Anwar, DMI dan Dewan Da’ wah.
Kegiatan silaturahim MUI dihahadiri Dr. K.H. Moch. Bukhori Muslim, M.A. Wakil Sekjen MUI Pusat Bidang Ekonomi Syariah dan Dra. Hj. Nilmayetti Yusri Wakil Sekjen MUI Bidang PRK , dalam penyampaiannya MUI Pusat memiliki program monitoring dan evaluasi di MUI Provinsi Lampung yang dilaksanakan secara berkala, dalam momentum kegiatan ini sekaligus dilaksanakan juga silaturahim dengan pimpinan ormas Islam di Provinsi Lampung.
Dr. K.H. Moch. Bukhori Muslim, M.A dalam silaturahmi tersebut menyampaikan bahwa MUI merupakan Lembaga , yaitu lembaga swadaya masyarakat independen yang mewadahi para ulama, zu’ama (tokoh masyarakat), dan cendekiawan Muslim di Indonesia yang merupakan milik bersama, maka penting untuk saling mengingatkan sekaligus saling menguatkan antara MUI dan Ormas Isalam, karena MUI hanya memiliki anggota sementara massa dan kekuatan umma rada ditiap-tiap ormas Islam maka komunikasi dan sinergi menjadi penting. Ada beberapa persoalan di MUI yang terkait ormas yg saat ini masih menyisakan persoalan, seperti syiah, LDII, Ahmadiyah dll.
Dra. Hj. Nilmayetti Yusri menambahkan MUI saat ini memiliki 34 perwakilan di provinsi Lampung, dan MUI ini milik bersama dan dirikan oleh sembilan ormas, dan MUI baru melaksanakan Kegiatan kongres umat islam. MUI saat ini sedang menggalakan WHO singkatan dari Wajib Halal Oktober, Kebijakan ini mewajibkan berbagai produk dan jasa untuk memiliki sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan agar masyarakat terlindungi barang- barang yg diragukan kehalalannya, pada waktunya harus di berlakukan karena amanat undang- undang Nomor 33 Tahun 2014 dan regulasi turunan lainnya. MUI bersama para pihak sedang mengupayakan untuk sosialisasi kemasyarakat seluas-luasnya program ini kepada masyarakat. MUI mengharapakan kerjasama lintas onrmas terkait dengan Jaminan Halal, terkait dengan WHO.
Para Pimpinan Ormas Islam dalam kegiatan ini menyampaikan berbagai persoalan san problematika Ummat seperti Praktek menyimapang LGBT, Judol, Pinjol, Narkoba, Korupsi, Kemiskinan, serta Gerakan pendangkalan akidah melalui kristenisasi dan penyimpangan pemikiran dan hal lainnya. Perwakilan Dewan Da’wah Lampung Menyampaikan :
”dalam menanggulangi persoalan tersebut diperlukan wadah bersama untuk kolaborasi dan sinergi oleh berbagai ormas Islam agar masalah yang ada dapat tertangani dengan cepat dan tepat. Perlunya pertemuan rutin pimpinan ormas lampung sangat mendesak untuk diadakan mengingat persoalan ummat semakin memperihatinkan. Selain itu perlu perhatian bersama terkait dengan generasi anak- anak muda berupa pembinaan mental dan rohani. Maka perlu sinergi dan kolaborasi lintas ormas”
Harapan agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) melibatkan pimpinan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) secara merata merupakan langkah krusial untuk menjaga marwah lembaga ini sebagai wadah pemersatu umat (khadimul ummah). Sebagai institusi yang menaungi para ulama, zuama, dan cendekiawan muslim, MUI idealnya mencerminkan keragaman landasan keagamaan yang ada di Indonesia tanpa adanya dominasi dari kelompok tertentu. Melalui keterwakilan yang proporsional dan inklusif di jajaran kepengurusan, setiap kebijakan, keputusan, maupun fatwa yang dikeluarkan akan memiliki legitimasi yang kuat dan dapat diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat.
Untuk mewujudkan keterataan tersebut, kolaborasi aktif dalam setiap program kerja dan penataan struktur organisasi menjadi kunci utama. Pimpinan MUI di tingkat pusat maupun daerah perlu membangun mekanisme dialog yang setara, sehingga ormas-ormas Islam—baik yang berskala nasional maupun lokal—memiliki ruang yang sama untuk berkontribusi. Dengan pembagian peran yang adil dan rotasi kepemimpinan yang transparan, MUI tidak hanya akan terhindar dari kesan eksklusivitas, tetapi juga mampu mengoptimalkan potensi kolektif umat Islam demi kemaslahatan bangsa dan negara. Para pimpinan juga mengharapkan agar MUI semakin aktif dalam mengajak berbagai pimpinan ormas untuk bersama-sama dalam satu Gerak dan Langkah.
(Aliyudin, Sekretaris DD Lampung)

















