Bandar Lampung senin 14/09/2026 Bertempat di Halaman SD IT Permata Bunda 1 diselenggarkan kegiatan sholat Istisqa dengan hikmat secara bersama oleh Dewan Da’ wah Lampung, Yayasan Daarul Hikmah, Kanwil Ditjenpas Lampung, SD IT Pemata Bunda, DKM Masjid Al Huda dan Jamaah.
Bertindak sebagai Imam sholat Ust. Ibadurrahman, S. S. Si, M. Pd., khatib dan doa dipimpin oleh KH. Aidi Afrian, S. Sos. I. dilaksanakan pukul 07. 30 – 08. 30. Shalat ini dilaksanakan sebagai bagian dari syariat yang diturunkan oleh Allah ketika kekeringan melanda suatu negeri, sekaligus Doa untuk Kebaikan dan kemaslahatan negeri.

Dalam Khutbahnya Ust aidi afrian menceritakan kisah pada masa nabi musa terjadi kekeringan,di zaman Nabi Musa alaihissalam terjadi kemarau yang panjang. Sepanjang tahun tak pernah sekalipun turun hujan. Nabi Musa alaihissalam pun mengajak kaumnya untuk memohon kepada Allah dengan salat Istisqa’. Beliau meminta agar Allah menurunkan hujan ke bumi.

Allah azza wajalla pun berfirman,
لن ينزل المطر، فبينكم عبد يعصيني منذ أربعين سنة، فبشؤم معصيته منعتم المطر من السماء
“Hujan tidak akan turun, sebab ada di antara kalian seseorang yang tidak berhenti bermaksiat kepada-Ku selama 40 tahun. Dengan sebab hinanya maksiat, hujan tertahan untuk kalian.”
—
Nabi Musa alaihissalam menjawab,
“Ya Allah, lantas apa yang harus kami perbuat?”
Allah azza wajalla berfirman,
أخرجوه من بينكم فإن خرج من بينكم نزل المطر
“Usirlah ia terlebih dahulu.”
—
Nabi Musa pun mematuhi perintah Allah dan memerintahkan di antara kaumnya yang bermaksiat agar keluar dari negeri mereka. Namun tak satupun di antara mereka berani mengaku. Berulang kali Nabi Musa berkata hal yang sama, tidak satupun dari mereka yang keluar dari barisan. Tiba-tiba seseorang berbisik,
“Duhai Rabbku, hari ini jika aku terusir dari kaumku aku akan dihinakan. Dan jikapun aku enggan keluar, kami semua akan mati kehausan. Kini tidak ada lagi yang bisa kulakukan kecuali dengan pertolongan-Mu. Aku bertaubat kepada-Mu dan memohon ampunan. Ampunilah aku dan tutuplah keburukanku.”

Tiba-tiba langit pun menurunkan hujan. Nabi Musa terheran dan bertanya,
“Ya Rabb, tidak ada di antara kami yang mengaku dan Engkau tetap menurunkan hujan?.”
Allah azza wajalla berfirman,
نزل المطر لفرحتي بتوبة عبدي الذي عصاني أربعين سنة
“Hujan turun karena Aku senang dengan taubat hamba-Ku yang sebelumnya bermaksiat tiada henti selama 40 tahun.”

















