• Profil
  • Struktur
  • Visi & Misi
Thursday, July 2, 2026
Dewan Dakwah Lampung
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Dewan Dakwah
    • Berita Dunia Islam
    • Berita Nasional
  • Kiprah Dai
  • Tazkiyah
    • Ustadz Anshori
    • Ustadz Ghufron
    • Cerpen
    • Hikmah
    • Keluarga
    • Pemuda
    • Puisi & Syair
  • Konsultasi
    • Fatwa
  • Fiqh Zakat
  • Pendidikan
    • ADI LAMPUNG
    • QURANIC SCHOOL DEWAN DA’WAH LAMPUNG
    • PPTQ DEWAN DAKWAH LAMPUNG
    • PPTQ M NATSIR DEWAN DAKWAH LAMPUNG
    • TK DEWAN DAKWAH LAMPUNG
  • Kolom Foto
  • HAJI & UMROH
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Dewan Dakwah
    • Berita Dunia Islam
    • Berita Nasional
  • Kiprah Dai
  • Tazkiyah
    • Ustadz Anshori
    • Ustadz Ghufron
    • Cerpen
    • Hikmah
    • Keluarga
    • Pemuda
    • Puisi & Syair
  • Konsultasi
    • Fatwa
  • Fiqh Zakat
  • Pendidikan
    • ADI LAMPUNG
    • QURANIC SCHOOL DEWAN DA’WAH LAMPUNG
    • PPTQ DEWAN DAKWAH LAMPUNG
    • PPTQ M NATSIR DEWAN DAKWAH LAMPUNG
    • TK DEWAN DAKWAH LAMPUNG
  • Kolom Foto
  • HAJI & UMROH
No Result
View All Result
Dewan Dakwah Lampung
No Result
View All Result
Home Featured

Wayang dan Penyebaran Islam

Dewan Dakwah Lampung by Dewan Dakwah Lampung
1 September 2020
Wayang dan Penyebaran Islam
0
SHARES
387
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Wayang dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran Islam.

 

JAKARTA — Wayang secara harfiah berarti bayangan. Ia merupakan istilah untuk menunjukkan teater tradisional di Indonesia. Ada yang berpendapat, wayang berasal dari India dan rekaman pertama pertunjukan wayang telah ada sejak 930 M.

Namun, ada pula yang meyakini wayang kulit sebagai salah satu dari berbagai akar budaya seni tradisional Indonesia. Ada yang menginterpretasikan bahwa wayang berasal dari India, meskipun apabila kita menunjukkan wayang kepada orang-orang India, mereka tidak tahu apa-apa,” ujar Dr  Suyanto, pengajar ISI Surakarta beberapa waktu lalu.

R Gunawan Djajakusumah dalam bukunya Pengenalan Wayang Golek Purwa di Jawa Barat, mengungkapkan bahwa wayang adalah kebudayaan asli Indonesia, khususnya  Pulau Jawa. Ada yang berpendapat, kata wayang  berasal dari Wad an Hyang, artinya ‘leluhur’.

Menurut Suyanto, sejatinya wayang merupakan media yang digunakan Wali Songo, untuk menyebarkan Islam di nusantara. Cikal bakal wayang berasal dari wayang beber — yang gambarnya mirip manusia dan lakonnya bersumber dari sejarah sekitar zaman Majapahit.

Saat itu, menurut Suyanto,  Kerajaan Demak, sebagai kerajaan Islam,  melarang wayang dipertunjukkan dengan gambar mirip manusia.  Lalu, papar dia, Wali Songo berinisiatif mengubah gambar wayang menjadi gambar karakteristik. Apa ada manusia yang hidungnya sangat panjang dan tangannya hampir mencapai kaki?’’ tuturnya.

Wayang dinilai sebagai media dakwah Islam  yang sukses di Indonesia.  Menurut Suyanto, keberhasilan wayang sebagai media dakwah dan syiar Islam pada zaman Walisongo terletak pada kekuatan pendekatannya terhadap masyarakat. Wayang, kata dia, mampu mengenalkan Islam kepada masyarakat yang saat itu animisme, dinamisme, serta menganut Hindu, karena menggunakan pendekatan  psikologi, sejarah, paedagogi, hingga politik.

Dulu, wayang dipertunjukkan di masjid, masyarakat bebas untuk menyaksikan, namun, dengan syarat, mereka harus berwudhu dan mengucap syahadat dulu sebelum masuk masjid,” ungkap Suyanto.

Hal senada diungkapkan  dosen Jurusan Seni Drama, Tari, dan Musik Universitas Negeri Semarang (Unnes) Widodo MSn. Menurut dia, perkembangan wayang sebagai media dakwah Islam ditopang oleh sekelompok tokoh ulama yang besar peranannya dalam mendirikan Kerajaan Demak. Mereka yang dikenal dengan sebutan Walisongo (sembilan wali).

Kesembilan wali yang bergelar sunan itu adalah Sunan Ampel, Sunan Gunungjati, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Giri, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Kalijaga, dan Syeh Siti Jenar. Mereka adalah para ulama yang sangat terkenal khususnya di Jawa, sebagai penyebar ajaran Islam.

Menurut  Widodo, para wali tak hanya berkuasa di dalam keagamaan, tetapi juga berkuasa dalam pemerintahan dan politik. Selain itu, mereka juga pengembang kebudayaan dan kesenian yang andal. Oleh mereka kesenian Jawa berkembang hingga mencapai puncaknya yang kemudian dikenal dengan seni klasik. Salah satu kesenian yang hinga kini tetap populer adalah wayang kulit purwa,” paparnya.

Memang, wayang kulit merupakan produk budaya yang  telah ada sebelum Islam berkembang di Pulau Jawa. Namun, sejak Islam datang dan disebarkan, wayang telah mengalami perubahan.  Menurut Widodo, budaya keislaman dalam wayang kulit purwa tak hanya dijumpai pada wujudnya saja, tetapi juga pada istilah-istilah dalam bahasa padalangan, bahasa wayang, nama tokoh wayang, dan lakon (cerita) yang dipergelarkan.

Menurut Widodo, pengaruh Islam dalam wayang kulit purwa tidak saja pada bentuknya, tetapi telah merambah pula pada aspek simbolisasi dan berkaitan pula dengan aspek lainnya yang berhubungan dengan pergelaran wayang kulit purwa. Sehingga, kelestariannya patut untuk dijaga, karena merupakan salah satu bagian dari seni budaya bangsa yang menjadi saksi sejarah perkembangan bangsa, khususnya perkembangan agama Islam di Indonesia.

Komentar

Previous Post

Waktu dan Tempat yang Paling Utama untuk Baca Alquran

Next Post

Kanwil Kemenag Titip Nilai Budaya Lampung Piil Pesenggiri dan Muakhi kepada Dewan Dakwah Lampung untuk menjadi media Perekat Umat

Next Post
Kanwil Kemenag Titip Nilai Budaya Lampung Piil Pesenggiri dan Muakhi kepada Dewan Dakwah Lampung untuk menjadi media Perekat Umat

Kanwil Kemenag Titip Nilai Budaya Lampung Piil Pesenggiri dan Muakhi kepada Dewan Dakwah Lampung untuk menjadi media Perekat Umat

Please login to join discussion

IKUTI KAMI

Terbaru

  • Perluas Pembinaan di Lapas, Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Lampung Jajaki Kerja Sama dengan Dewan Da’wah Lampung
  • Dewan Da’wah Tulang Bawang Gelar Rakerda, Fokus Perkuat Struktur Organisasi dan Sinergi Dakwah
  • Dewan Da’wah Lampung Gelar Dauroh Perdana Tour Leader dan Muthowwif, Cetak Pembimbing Jamaah Umrah Profesional
  • 70 SANTRI DIWISUDA, 26 TUNTASKAN HAFALAN 30 JUZ! Tangis Haru Warnai Wisuda PPTQ Mohammad Natsir Lampung
  • Optimalkan Gerakan Dakwah, Dewan Da’wah Lampung Barat Gelar Rapat Kerja untuk Bangun Daerah yang Berakhlak dan Mandiri
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tanamkan Nilai Cinta NKRI , Santri Dewan Dakwah Salat Gaib untuk Awak KRI Nanggala 402

Tanamkan Nilai Cinta NKRI , Santri Dewan Dakwah Salat Gaib untuk Awak KRI Nanggala 402

27 April 2021
Selamat berdakwah !

Selamat berdakwah !

25 April 2021
Kemitraan dalam dakwah

Kemitraan dalam dakwah

22 April 2021
Keterbatasan seorang Dai

Keterbatasan seorang Dai

28 April 2021
MK Putuskan Tolak Gugatan Ahmadiyah Terhadap UU Penistaan Agama

MK Putuskan Tolak Gugatan Ahmadiyah Terhadap UU Penistaan Agama

0
Ustadz Dr. Jeje Zainuddin : Daftar Penceramah Tak Berpengaruh bagi Dai yang Ikhlash

Ustadz Dr. Jeje Zainuddin : Daftar Penceramah Tak Berpengaruh bagi Dai yang Ikhlash

0
PETA GERAKAN PENERBITAN KAUM KIRI (KOMUNISME) DI INDONESIA

PETA GERAKAN PENERBITAN KAUM KIRI (KOMUNISME) DI INDONESIA

0
Tiga Alasan Kenapa Kita Harus Menolak Syiah

Tiga Alasan Kenapa Kita Harus Menolak Syiah

0
Perluas Pembinaan di Lapas, Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Lampung Jajaki Kerja Sama dengan Dewan Da’wah Lampung

Perluas Pembinaan di Lapas, Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Lampung Jajaki Kerja Sama dengan Dewan Da’wah Lampung

18 June 2026
Dewan Da’wah Tulang Bawang Gelar Rakerda, Fokus Perkuat Struktur Organisasi dan Sinergi Dakwah

Dewan Da’wah Tulang Bawang Gelar Rakerda, Fokus Perkuat Struktur Organisasi dan Sinergi Dakwah

18 June 2026
Dewan Da’wah Lampung Gelar Dauroh Perdana Tour Leader dan Muthowwif, Cetak Pembimbing Jamaah Umrah Profesional

Dewan Da’wah Lampung Gelar Dauroh Perdana Tour Leader dan Muthowwif, Cetak Pembimbing Jamaah Umrah Profesional

18 June 2026
70 SANTRI DIWISUDA, 26 TUNTASKAN HAFALAN 30 JUZ! Tangis Haru Warnai Wisuda PPTQ Mohammad Natsir Lampung

70 SANTRI DIWISUDA, 26 TUNTASKAN HAFALAN 30 JUZ! Tangis Haru Warnai Wisuda PPTQ Mohammad Natsir Lampung

12 June 2026

Recommended

Ya Allah jangan Kau biarkan daku sendirian saat berdakwah

Ya Allah jangan Kau biarkan daku sendirian saat berdakwah

24 April 2021
MUI Serukan Dukung Jihad Konstitusi

MUI Serukan Dukung Jihad Konstitusi

3 August 2018

 

Gedong Meneng, Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35147
Telp. (0721) 772893

Kategori

  • Berita
  • Berita Dewan Dakwah
  • Berita Dunia Islam
  • Berita Nasional
  • Cerpen
  • Fatwa
  • Featured
  • Fiqh Zakat
  • Hikmah
  • Info Lazis
  • Keluarga
  • Khutbah Jumat
  • Kiprah Dai
  • Kolom Foto
  • Konsultasi
  • Laznas
  • Live
  • Pemberdayaan
  • Pemuda
  • Pendidikan
  • PPTQ DEWAN DAKWAH LAMPUNG
  • PPTQ M NATSIR DEWAN DAKWAH LAMPUNG
  • Program Pilihan
  • Puisi & Syair
  • QURANIC SCHOOL OF DEWAN DA'WAH
  • Tak Berkategori
  • Tazkiyah
  • TK DEWAN DAKWAH LAMPUNG
  • Ustadz Anshori
  • Ustadz Ghufron
  • Wakaf
  • Profil
  • Struktur
  • Visi & Misi

© 2021 Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Provinsi Lampung

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Dewan Dakwah
    • Berita Dunia Islam
    • Berita Nasional
  • Kiprah Dai
  • Tazkiyah
    • Ustadz Anshori
    • Ustadz Ghufron
    • Cerpen
    • Hikmah
    • Keluarga
    • Pemuda
    • Puisi & Syair
  • Konsultasi
    • Fatwa
  • Fiqh Zakat
  • Pendidikan
    • ADI LAMPUNG
    • QURANIC SCHOOL DEWAN DA’WAH LAMPUNG
    • PPTQ DEWAN DAKWAH LAMPUNG
    • PPTQ M NATSIR DEWAN DAKWAH LAMPUNG
    • TK DEWAN DAKWAH LAMPUNG
  • Kolom Foto
  • HAJI & UMROH

© 2021 Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Provinsi Lampung