Presiden Tanzania pertanyakan alat tes Covid-19 setelah diujicobakan pada kambing

REPUBLIKA.CO.ID, DAESSALAAM — Presiden Tanzania John Magufuli menghentikan penggunaan alat tes Covid-19. Ia mengatakan alat tersebut memberikan hasil positif saat dilakukan uji coba terhadap kambing dan pawpaw.

Pemerintahan Magufuli sudah dikritik karena menutupi wabah Covid-19 di negaranya dan meminta masyarakat Tanzania untuk berdoa agar virus tersebut pergi. Ia mengatakan alat-alat pemeriksaan memiliki ‘kerusakan teknis’.

Dalam sebuah acara di Chato, barat daya Tanzania, Magufuli mengatakan alat tes Covid-19 diimpor dari luar negeri. Ia tidak menjelaskan detail alat pemeriksaan tersebut.

Ia mengatakan telah meminta pasukan keamanan Tanzania untuk memeriksa kualitas alat-alat itu. Mereka mengambil beberapa sampel acak non-manusia antara lain dari pawpaw, kambing, dan domba tapi menuliskan usia dan umur manusia.

Sampel-sampel tersebut dikirimkankan laboratorium Tanzania untuk dites virus korona. Para teknisi labotarium tidak diberitahu dari mana sampel-sampel itu berasal.

Mugufuli mengatakan sampel yang diambil dari pawpaw dinyatakan positif Covid-19. Ia menambahkan itu artinya ada beberapa orang yang dinyatakan positif padahal tidak terinfeksi virus corona.

“Ada yang sedang terjadi, saya katakan sebelumnya kami seharusnya tidak menerima semua bantuan untuk kebaikan bangsa ini,” kata Magufuli, Senin (4/5).

Hingga Ahad (3/5) Tanzania mencatatkan 480 kasus infeksi dan 17 kematian akibat virus corona. Tapi tidak seperti sebagian besar negara Afrika lain, Tanzania terkadang tidak memperbarui data mereka hingga berhari-hari.

Magufuli juga mengatakan ia mengirim pesawat untuk mengambil obat yang dipromosikan presiden Madagaskar. Obat campuran herbal tersebut belum diuji coba secara saintifik.

“Saya berkomunikasi dengan Madagaskar, mereka memiliki obat. Kami akan kirim pesawat ke sana dan obat akan dibawa ke negara ini jadi masyarakat Tanzania juga bisa mendapat manfaatnya,” kata Magufuli.

Komentar