“Mendidik anak perempuan itu lebih sulit, lho…”, sebuah pernyataan Ustadzah Khairuna yang membuat hadirin bertanya-tanya. Karena biasanya di masyarakat justru sering terlontar anggapan bahwa mendidik anak perempuan itu lebih mudah daripada anak laki-laki.

“Karena apa? Kita sering lupa bahwa ketika kita mendidik anak perempuan itu ia haruslah kita ajarkan bagaimana menjadi sosok yang menentramkan…”, lanjut ustadzah yang akrab dengan panggilan Umi Ooy ini.

Kajian Sabtu pagi ini pun mengundang takjub dengan pernyataan yang tak umum tadi. Bukan tanpa alasan Umi Ooy menyatakan itu. Kita mengenal perempuan-perempuan calon penghuni surga, salah satunya adalah Khodijah ra, istri Rasulullah saw yang sosoknya begitu menenangkan sang suami. Kata dan sikap Khadijah yang menentramkan ini sangat mendukung tugas suaminya sebagai juru dakwah, sebagai Rasul Allah.

*

Inilah sepenggal isi Kajian Sabtu spesial hari ini, 11 Januari 2020. Bertepatan dengan 52 tahun Dewan Dakwah Lampung berkiprah dalam dakwah.

Menjadi seorang pendakwah bukanlah hanya mempersiapkan diri maju ke tengah masyarakat. Tapi justru harus dimulai dengan menciptakan suasana yang kondusif di tempat mana kita berasal, yaitu rumah.

Peran dakwah bukan hanya di atas mimbar, bukan hanya di dalam masjid. Tapi juga berawal dari dalam rumah. Bagi seorang istri, bagaimana di dalam rumah bisa menentramkan dan mendukung tugas-tugas dakwah suami, itu adalah sesuatu yang tidak mudah. Bagi seorang suami, adalah suatu hal yang tidak rendah jika ber ta’awun dengan istri dalam mengerjakan tugas-tugas kerumahtanggan.

Bagaimana mempersiapkan visi dan misi sebuah rumah tangga, menciptakan kurikulum bagi pendidikan anak, dan men- tarbiyah keluarga, haruslah ada dalam perencanaan sebuah rumah tangga.

Dari rumah-rumah inilah berangkat para pendakwah yang berperan penting bagi umat. Dari rumah-rumah inilah berangkat para da’i menuju pelosok-pelosok daerah, menebar salam, menjalin ukhuwah, menegakkan syariat, dan menjaga aqidah umat.

Inilah juga misi Dewan Dakwah Lampung. Yang telah bertahan dalam terpaan gelombang dakwah selama 52 tahun, sejak 11 Januari 1968.

Di usia 52 tahun ini Dewan Dakwah Lampung telah mengembangkan 7 wadah pendidikan umat, mulai dari usia pendidikan menengah hingga akademi. Membina majlis-majlis taklim dimanapun berada.

Bahkan tidak hanya sampai di situ, Dewan Dakwah Lampung juga telah melebarkan sayapnya dalam kiprah di dunia Islam, turut dalam solidaritas dan soliditas umat muslim dunia.

Dakwah harus memiliki ketersambungan, jangan ada yang merasa tumbuh sendiri dari bumi, atau merasa exist sendiri tanpa peran siapa pun.

Pewarisan nilai-nilai kepada generasi muda semestinya lebih dahulu diberikan, karena pendidikan adab harus lebih dahulu diberikan sebelum ilmu.

Dengan bekal ketentraman dalam rumah inilah kita membangun peradaban dunia Islam. Semoga apa yang dilakukan bersama ini menjadi satu jalan kokoh meraih keridhoan Allah swt.

Bandar Lampung, 11-1-2020

#Milad52TahunDewanDakwahLampung
#DewanDakwahLampung

Komentar