Bismillahirrahmanirrahim

Mencermati dengan seksama pelaksanaan tahapan-tahapan Pemilu 2019, demi keutuhan bangsa dan kelangsungan agenda demokrasi konstitusional, Dewan Pertimbangan MUI bersama Dewan Pimpinan MUI, dengan senantiasa mengharapkan rahmat, hidayah dan ridha Allah SWT, dengan ini menyampaikan Taushiyah Kebangsaan sebagai berikut:

  1. Mengajak seluruh keluarga besar bangsa, khususnya umat Islam, untuk bersyukur ke hadirat Allah SWT bahwa suatu tahapan penting Pemilu, yakni pencoblosan kertas suara, telah berlangsung dengan relatif lancar dan terkendali, walaupun di sana-sini masih terdapat kekurangan dan kelemahan.
  2. Mengajak seluruh keluarga besar bangsa untuk mengikuti dan mengawal tahapan-tahapan lanjutan Pemilu hingga penetapan oleh KPU Presiden dan Wakil Presiden terpilih secara definitif berdasarkan konstitusi dengan sikap taat berkonstitusi. Maka oleh karena itu, meminta kepada semua pihak untuk tidak mengganggu proses konstitusional tersebut melalu cara-cara langsung atau ndak langsung, seperti:
    • Melalui pembentaan hasil Qunck Count karena bersifat menggambarkan sesuatu yang belum pasti tapi dapat dan telah menimbulkan eforia berlebihan dari rakyat pendukung, yang pada gilirannya dapat mengundang reaksi dari pihak lain.
    • Melalui klaim kemenangan oleh kedua pasangan capres dan cawapres, yang dapat dan telah menimbulkan eforia dari pendukung masing-masing, hal mana potensial menimbulkan konflik di kalangan rakyat.
    • Melalui pemberitaan media massa, baik cetak, elektronik maupun media sosial, secara tidak berimbang yang menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat .
  3. Menyerukan kepada semua pihak, baik Tim Sukses, Relawan, dan pendukung masing-masing pasangan capres dan cawapres untuk dapat menahan dan untuk tidak bertindak anarkis, dan main hukum sendiri, namun menyerahkan penyelsaian setiap sengketa melalui jalur hukum berdasarkan prinsip taat konstitusi.
  4. Mendesak kepada penyelenggara Pemilu, sesuai amanat konstitusi yaitu Pemilu diselenggarakan berdasarkan asas Langsung, Bebas, Rahasia, serta Jujur dan Adil, untuk melaksanakan tahapan-tahapan berikutnya dengan senantiasa berpengang teguh kepada asas-asas tadi khususnya kejujuran dan keadilan. Maka KPU, BAWASLU, DKPP, beserta jajarannya masing-masing untuk berlaku profesional, obyektif, transparan, dan imparsial/non partisan.
  5. Secara khusus mendesak lembaga penegakan hukum dan keamanan (Mahkamah Konstitusi, TNI, dan Polri) untuk mengemban amanat dan tanggung jawab dengan tidak mengedepan kepentingan kecuah kepada bangsa dan negara.
  6. Menyerukan kepada umat Islam khususnya agar dapat menyatukan hati, pikiran, dan langkah untuk menegakkan persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyah) dan persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathonlyah) dalam koordinasi Majelis Ulama lndonesia.
  7. Mengajak seluruh umat beragama, khususnya umat Islam, untuk senantiasa memanjatkan doa kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia aman dan sentosa, rukun dan damai, dan terhindar dari malapetaka perpecahan.

Demikian Taushiyah ini disampaikan Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat karunia dan mququa kepada bangsa Indonesia, Aamin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Jakarta, 14 Sya’ban 1440 H / 19 April 2019 M

 

Komentar