Pengajian mualaf margolestari
Pengajian mualaf margolestari

Margolestari adalah salah satu nama desa di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Desa ini memiliki 5 dusun yang warganya kebanyakan bekerja sebagai buruh tani.

Jumlah warga nonmuslim di desa ini cukup banyak. Sebuah rumah ibadah nonmuslim berukuran besar pun telah lama berdiri di desa ini. Belakangan, banyak warga desa ini yang berpindah agama menjadi muslim karena pernikahan. Namun, para muallaf yang telah bertahun-tahun menjadi muslim ini masih menganggap semua agama sama saja.

Bagi mereka, tidak penting apakah mereka sholat atau tidak; apakah mereka menjalankan syariat agama atau tidak. Karena yang penting, mereka mengaku muslim. Sayangnya, pasangan yang mereka nikahi pun bukan seorang muslim yang taat, sehingga tidak bisa membina pasangannya untuk sama-sama menjalankan syariat Islam. Hal ini terjadi bertahun-tahun, sampai mereka beranak, bahkan bercucu.

Beberapa warga yang mulai bangkit ghirah Islamnya, merasa jengah dengan kondisi ini. Mereka tak mungkin melakukan perubahan itu sendirian. Karena itu, mereka menggandeng seorang ustadz di desa itu. Dari ustadz inilah, laporan kondisi desa ini sampai ke meja Dewan Dakwah. Amanah ini pun jatuh ke tangan Muslimat Dewan Dakwah Lampung.

Setelah tahun lalu, Muslimat masuk ke desa ini dengan mengadakan bakti sosial dan pemeriksaan

Rohim pengurus masjid margolestari

kesehatan gratis; maka di bulan September 2018 lalu, agenda ini kembali diadakan.

Dengan menggandeng Perguruan Diniyyah Putri Lampung, baksos dan pemeriksaan kesehatan pun diadakan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Santri 22 September 2018.

Tidak hanya sampai di situ, pembinaan rutin pun mulai diadakan untuk para muallaf dan warga desa tersebut. Dengan dimotori oleh Ibu Hj. Sri Seneng, M.Kes., dibentuklah suatu tim yang bertugas rutin sepekan sekali untuk membina muallaf.

Alhamdulillah, sambutan warga muslim pun cukup baik. Mereka merasakan bahwa sudah saatnya mereka dibimbing untuk menjadi seorang muslim yang baik. Pembinaan dilakukan oleh 2 kelompok pembina di 2 dusun, setiap hari Ahad. Pemilihan hari ini disesuaikan dengan waktu istirahat mereka bekerja.

Kita berharap semoga tim pembina muallaf ini bisa menunaikan amanah dengan istiqamah dan semoga kesadaran beriman para warga semakin baik.

Komentar