Kiat-Kiat Menghadapi Musibah

Oleh : KH. Nazir Hasan

Di Indonesia saat ini ada dua gempa, yaitu bempa bumi dan gempa politik. Namun pada saat ini saya tidak mau membahas tentang gempa politik, namun hari ini saya akan membahas gempa bumi yang ada di Indonesia.

Saat kita meliat sesuatu maka kita harus melihat riwayatnya, mengapa hal demikian bisa terjadi begitu pula pada saat ini, gempa bumi yang terjadi harus kita lihat apa riwayat dibalik gempa bumi tersebut.

Kalau kita mengingat kembali sejarah Musibah-musibah  besar yang Allah berikan kepada Indonesia yang melalui Allam yang tentu saja masih kita ingat gempa bumi dan tsunami di Aceh 2004 kemudian gempa bumi di Padang, gempa dan tsunami di Mentawai Sumatera Barat, Firman dalam surat Ar-Rum :42 :

قُلۡ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلُۚ كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّشۡرِكِينَ

Artinya:

“Katakanlah (Muhamad) : “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”

Pada ayat sebelumnya yaitu ayat 41 Allah menjelaskan:

ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ٤١

Artinya:

 “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.

            Semua isyarat tersebut telah Allah sampaikan dalam Al-qur’an sebab Al-qur’an diturunkan oleh Allah untuk manusia, sebagai wahyu-Nya Allah, Qaul-Nya Allah gunanya diturunkan kepada manusia.Qaulnya Allah diturunkan untuk menjadi panduan hidup menjadi manusia, Al-qur’an itu pasti benar, pasti baik, pasti betul, maka tidak ada yang dapat menandingi Al- qur’an.

Bagaimana Allah memberikan balasan kepada para pendusta-pendusta Allah, Pendusta-pendusta Syariat Islam, pendusta-pendusta  Al- Qur’an, pendusta-pendusta Nabi Muhamad dengan azab yang pedih akibat kedustaan dan pembangkangan mereka terhadap Allah.

Kalau kita merujuk tentang Al- Qur’an lalu ada apa dengan musibah di muka bumi ini? Kita lihat bagaimana sejarah Aceh pada masa dahulu sebelum sunami terjadi  ada gerakan  GAM di Aceh kemudian setelah GAM tidak berkuasa di Tanah Aceh kembali ketangan pemerintah, namun pada saat itu mulai lunturlah budaya-buidaya Aceh seperti pada masa pimpinan orang Aceh asli seperti Daud Beurueh, Tengku Umar, secara perlahan-lahan seiring berjalannya waktu

Sebelum  terjadinya tsunami Aceh, dalam rangka menyambut tahun baru dan dan natal maka diadakanlah pesta di sepanjang  lima kilometer di pesisir pantai dan dihadiri oleh ribuan orang dari seluruh Aceh. Masing-masing daerah membawa orgen/nyanyian dan itu sepanjang lima kilometer  maka diadakanlah semacam pesta musik.

Ulama-ulama Aceh yang melihat hal ini dianggap amat sangat berbaya, karena  pada saat itu tradisi orang Aceh itu sangat cinta Islam, Ulama-ulama Aceh datang memberikan nasihat untuk menghentikan acara ini, karena Aceh tidak mengenal hal-hal ini, namun para Ulama justeru diteriaki dan diusir oleh masyarakat Aceh yang sedang berpesta, lalu terjadilah pesta semalam suntuk bercampur baur masyarakat laki-laki dan perempuan maka kemudian terjadilah sunami.

Allah Berfirman:

“Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”. Qs. Ar-Rum ayat 42

Maka saat menjelang subuh terjadilah gempa di tanah Aceh, pada saat sebelum terjadi tsunami terjadi air laut menyusut, orang-orang  yang  sedang berpesta di pinggir pantai melihat air laut surut banyak ikan mereka belomba-lomba mengambil ikan, lalu kurang dari 10 menit air laut datang kembali menghantam oarang-orang yang sedang berpesta hingga ke darat berkilo-kilo meter sampai-sampai kapal laut pun terbawa jauhnya ber mil-mil ke tengah Kota Banda Aceh.

Maka lihatlah Allah ketika sudah turun Kuasa-Nya maka tidak ada yang menghabat dan menghentikan-Nya. Hal ini karena orang-orang Aceh telah menyinggung Allah dengan berat, Allah telah ciptakan Alam semesta, pohon, laut, pasir, air lalu mereka mendustakan Ayat-ayat Allah lalu lihat dirimu kamu tidak jadi apa-apa dan siapa-siapa, tapi manusia membangkang maka akhirnya Allah tenggelamkan manusia-manusia yang berjumlah ribuan. Allah Berfirman Qs. Al-A’raf ayat 96 :

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٩٦

            “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”

Sebenarnya peristiwa di atas menjadi pelajaran bagi kita semua, karena sebelum terjadi sunami di Palu ada berita deklarasi LGBT  dan pesta  festifal Nomoni dimana di dalam festival tersebut terdapat ritual Balia yang mengandung unsur Syirik. Selain itu tempat-tempat maksiat di sana berada di Palu, dan di pesisir pantai. Lalu mengapa kita tidak jadikan musibah ini pelajaran, Aceh kan sudah, Bandung, Jogja, Mentawai lalu harus menunggu beberapa daerah lagi sampai manusia sadar.

Bantuan-bantuan, alat berat, relawan iya semua perlu tetapi ada yang lebih penting makna dari musibah ini. Munghkin kita bisa mengingat lagu ebit g ad, mengapa ini bisa terjadi? mungkin kita sudah banyak dosa atau Mungkin alam mulai bosan bersahabat dengan kita. Ini perlu kita renungkan kita hilangkan segala kemaksiatan-kemaksiatan yang berakibat p[ada kita dil ingkungan kita, serta kita ikut andil memerangimnya.

Maka modal yang paling utama bagi kita penghuni negeri ini yang harus kita miliki ialah dengan taqwa semoga dengan taqwa ini dapat menjadi sebab Allah Limpahkan berkah pada bangsa Indonesia ini.

Amin Ya Rabb..(Aliy)

Waullahua’lam….

Komentar