Senin, 8 Oktober 2018 adalah hari perdana pelayanan yang diberikan oleh Tim Pengurus Jenazah (TPJ) di bawah komando Muslimat DD Lampung.

Jenazah yang diwasiatkan pengurusannya kepada TPJ ini adalah jenazah seorang ibu tua yang mempertahankan keislamannya, walaupun ia menetap di rumah sanak keluarganya yang nonmuslim di sebuah perumahan di daerah Teluk Betung Barat, Bandar Lampung.

Alhamdulillah, tuan rumah berkenan menjadikan rumahnya untuk tempat pengurusan jenazah, termasuk tempat sholat jenazah.

Kain kafan yang telah disiapkan oleh TPJ urung digunakan, karena salah satu warga telah memberikan

Kain kafan yang akan digunakan untuk jenazah

seperangkat perlengkapan mayit untuk digunakan.

Warga cukup menunggu di luar saat TPJ melakukan tugasnya di dalam rumah duka. Setelah jenazah dipersiapkan, barulah beberapa warga masuk ke dalam rumah untuk melakukan sholat jenazah.

Alhamdulillah, dengan menaiki sebuah ambulan yang telah disiapkan, pukul 5 sore, jenazah segera dibawa ke pemakaman muslim di daerah Kupang, Teluk Betung. Ibu-ibu TPJ pun segera bertolak ke rumah masing-masing mengingat hari sudah menjelang magrib.

Ada hal yang luar biasa di saat TPJ melaksanakan tugas perdananya ini. Tak banyak ibu-ibu daiyah Muslimat yang tinggal di seputaran Teluk Betung. Ada 2 orang daiyah yang berhasil merapat ke rumah duka ba’da ashar sore itu. Ditambah seorang ibu daiyah dari daerah Tanjung Seneng, Bandar Lampung, yang memang pembawa kabar duka ini, datang bersama seorang tetangganya.

Lokasi yang agak jauh, membuat para daiyah harus berpikir efisien. Bagaimana agar jenazah bisa segera diurus, walaupun petugas TPJ banyak yang bertempat tinggal jauh dari lokasi rumah duka. Namun, berita mendadak membuat ibu-ibu harus bersiap lebih cepat.

Qadarullah, ada 4 orang daiyah lainnya yang sebenarnya mereka tinggal di Hajimena, Lampung Selatan, sedang menuju Way Kandis, (Bandar Lampung) untuk suatu keperluan. Demi mendengar berita ini, mobil mereka pun langsung berubah arah menuju rumah duka yang tidak dekat dari lokasi mereka saat itu.

Alhamdulillah, ba’da ashar, 7 daiyah berkumpul di rumah duka tepat pada saat jenazah akan dimandikan. Tak ada orang lain yang mengurusnya selain 8 orang yang hadir ke rumah duka itu.

Sungguh suatu pengaturan terbaik menurut Allah. TPJ diberi kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah ibu tua yang berusaha mempertahankan keislamannya.

Semoga Allah berkenan menerima segala amal baik almarhumah, dan juga menerima segala amal baik ibu-ibu daiyah yang telah berusaha menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

Komentar