All for Joomla The Word of Web Design

Sandiwara Dunia

Dunia ini panggung sandiwara. Kata tembang Ahmad Albar. Semua bisa direkayasa sesuai pesanan sutradara.

Sutradara adalah sosok terpenting dalam sebuah sandiwara. Baik buruknya lakon ditentukan oleh siapa sutradara di belakangnya.

Seseorang yang berwatak jahat bisa didandani dengan dandanan orang baik. Atau sebaliknya, orang yang dalam kehidupan sehari-harinya baik bisa berperan sebagai penjahat. Semua itu tergantung pada skenario yang dibuat.

Sebagian orang menjadikan dunia sebagai sutradara yang mengatur lakonnya. Dunia dengan segala bentuknya, dari obsesi, jabatan, karir, Harta bahkan wanita terkadang mengatur jalannya cerita.

Maka tidak heran kita melihat ada orang yang bermuka dua. Di satu sisi dia merangkul, namun di sisi lain ia memukul.

Kapan lakon Merangkul dan memukul itu dilakukan, tentu disesuaikan dengan tuntutan sutradara.

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”. (Qs,2:14)

Atau menampilkan diri dan tidak malu-malu mengaku sebagai repormer yang melakukan perbaikan padahal sesungguhnya adalah penjahat yang membuat kerusakan.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. (Qs, 2:13)

Atau tidak segan-segan memutarbalikkan fakta dengan berita-berita yang menyesatkan. Para penyeru kebenaran dituduh teroris, intoleran, anti kebenikahan dan label-label lainnya yang bermaksud menjauhkan umat pada penyeru kebenaran tersebut.

وَقَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ أَتَذَرُ مُوسَىٰ وَقَوْمَهُ لِيُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَيَذَرَكَ وَآلِهَتَكَ ۚ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبْنَاءَهُمْ وَنَسْتَحْيِي نِسَاءَهُمْ وَإِنَّا فَوْقَهُمْ قَاهِرُونَ

Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Fir’aun (kepada Fir’aun): “Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?”. Fir’aun menjawab: “Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka; dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka”. (Qs,7:128)

Atau tidak segan-segan mengancam dengan membunuh atau mengusir.

قَالَ آمَنْتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُونَ ۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ

Fir’aun berkata: “Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); sesungguhnya aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan dan aku akan menyalibmu semuanya”. (Qs, 26:49)

وَقَالُوا إِنْ نَتَّبِعِ الْهُدَىٰ مَعَكَ نُتَخَطَّفْ مِنْ أَرْضِنَا ۚ

Dan mereka berkata: “Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami”. (Qs, 28:57)

Atau melancarkan fitnah yang keji berupa tuduhan main perempuan atau berbuat mesum. Tujuannya adalah menjatuhkan kredibel para penyeru kebenaran.

Peristiwa yang dikenal dengan haditsul ifki atau berita bohong perselingkuhan yang dituduhkan kepada Aisyah adalah contoh yang jelas.

إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ ۚ وَالَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar. (Qs, 24:11)

Ayat-ayat di atas adalah sebaik-baiknya bukti bahwa lakon ini terus berlanjut sampai hari kiamat. Lakon orang-orang yang menjadikan dunia dengan berbagai jenisnya sebagai sutradara yang mengarahkan jalan ceritanya.

Sekali lagi, Kelakuan ini adalah pengulangan sejarah. Semua peran ini dilakukan adalah karena tuntutan sutradara yang bernama dunia berupa jabatan, Harta, obsesi, wanita dan lain sebagainya, baik untuk meraih atau mempertahankannya

Orang seperti ini tidak akan mendapatkan apa-apa di akhirat dan akan menuai penyesalan yang sangat dalam.

إِنَّ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا وَرَضُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّوا بِهَا وَالَّذِينَ هُمْ عَنْ آيَاتِنَا غَافِلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, (Qs,10:7)

أُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمُ النَّارُ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan. (Qs, 10:8).

Natar, 13 Juli 2017

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password