All for Joomla The Word of Web Design

Para Penyusup Di Medan Dakwah

Bersatu kita Teguh, bercerai kita runtuh. Sebuah pepatah lama yang mengingatkan kita akan pentingnya bersatu dan bahaya bercerai-berai.

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,(Qs, 3:104)

…. وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ

.. dan janganlah kamu saling berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gagal dan hilang kekuatanmu . (Qs, 8:46)

Untuk bersatu bukanlah perkara mudah. Banyak syarat yang harus dipenuhi diantaranya kesatuan cita-cita dan gerakan. Juga kesatuan aqidah dan dakwah.

Sejarah membuktikan Ketika suatu kelompok dari umat ini solid dan bersatu, maka tak akan pernah terkalahkan dalam setiap medan pertempuran.

Persatuan inilah yang membuat sebagian mereka yang tidak senang mulai merasa terancam. Mereka merasa bahwa kepentingan-kepentingan mereka mulai terusik dan terganggu.

Jika berperang secara terbuka dan berhadap-hadapan mereka akan kalah. Maka tidak ada cara lain kecuali menggunakan orang lain yang menyusup ke dalam.

Menyiapkan penyusup ini tidaklah mudah. Sebab ia wajib mempelajari kebiasaan dan tradisi yang mereka lakukan.

Perlu waktu bertahun-tahun untuk beradaptasi dan dan beramal sebagai mana mereka beramal, sehingga merasa ia menjadi bagian dari mereka.

Jika sudah seperti itu, maka si penyusup ini mulai mengerti peta di dalam. Ia sudah tau titik-titik lemahnya. Ketika impormasi sudah cukup, ia menghembuskan isu-isu yang destruktif sehingga timbul saling curiga dan berkurangnya kepercayaan.

Akhirnya sendi-sendi ukhuwwah menjadi retak. Kelompok yang tadinya saling percaya, selalu berbaik sangka, itsar, saling menghormati berubah menjadi kelompok yang saling mengintai kesalahan, saling curiga, saling memata-matai, saling menjelekkan satu sama lainnya.

Jika ini terjadi, maka ketahuilah bahwa di dalam kelompok tersebut ada benalu yang menggerogoti kesehatan tubuhnya, sehingga lambat laun tubuh memendam penyakit.

Penyakit itu tidak akan sembuh kecuali mengamputasi benalu tersebut. Benalu inilah yang harus dicari dengan melihat rekam jejaknya sebelum dan ketika bersama.

Dulu di zaman Rasulullah saw yang berperan sebagai benalu adalah mereka orang-orang munafik yang bermain di dua kaki.

Di depan Rasullah saw dan para sahabat selalu bermulut manis. Tapi jika sudah kembali ke tengah kelompok mereka, mereka pun mengejek dan menampakkan permusuhan.

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok” (Qs, 2:14)

Mereka menyebarkan fitnah yang tak pernah diperbuat oleh Rasullah dan sahabatnya, seperti haditsul ifki.

لَقَدِ ابْتَغَوُا الْفِتْنَةَ مِنْ قَبْلُ وَقَلَّبُوا لَكَ الْأُمُورَ حَتَّىٰ جَاءَ الْحَقُّ وَظَهَرَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَارِهُونَ

Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan (fitnah) dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusakkan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah) dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya.(Qs, 9:48).

Tapi orang seperti ini hanya akan mempersulit diri sendiri. Ia akan terjerambab ke lobang yang dia gali sendiri.

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ ائْذَنْ لِي وَلَا تَفْتِنِّي ۚ أَلَا فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُوا ۗ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ

Di antara mereka ada orang yang berkata: “Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah”. Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir. (Qs,9:49).

Zaman boleh berubah, namun kejadian di waktu yang lampau bukan berarti selesai. Akan ada penungulangan- pengulangan sejarah. Dari sinilah seorang mukmin bisa belajar dan mengambil pelajaran.

Orang-orang yang ikhlash berbuat suatu saat akan bertemu pada titik kesepakatan. Sementara mereka yang menyimpan penyakit di hatinya akan tersingkir.

Maka, ikhlashlah dalam berbuat. Jauhkan kepentingan pribadi atau golongan dalam berbuat dan bersikap, .

Dengan demikian setan tak kan sanggup menggelincirkan kita dari jalan yang lurus.

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, (Qs, 15:39)

إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”. (Qs,15:40)

Natar, 3 Juli 2017

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password