All for Joomla The Word of Web Design

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pekan ini hampir semua lembaga pendidikan dari SD sampai SMA memulai kegiatan tahun ajaran baru.

Salah satu faktor terpenting dalam pendidikan adalah guru. Tanpa guru kegiatan pendidikan akan lumpuh dan tidak akan berjalan.

Dalam Islam guru memiliki kedudukan yang sangat Agung. Guru adalah mereka yang mengajarkan ilmu yang bermanfaat dan menginginkan kebaikan pada setiap anak didiknya.

Mari kita perhatikan beberapa hadits yang menjelaskan kedudukan orang yang mengajak kebaikan dan mengajarkan ilmu.

Pertama : Dia akan mendapatkan pahala sebanyak mereka yang mengikutinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Artinya: “Barangsiapa yang menyeru kepada sebuah petunjuk maka baginya pahal seperti pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi akan pahala-pahala mereka sedikitpun dan barangsiapa yang menyeru kepada sebuah kesesatan maka atasnya dosa seperti dosa-dosa yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi dari dosa-dosa mereka sedikitpun”. [Hadits riwayat Muslim]

Bila ia mengajak 10 orang untuk shalat berjamaah, lalu sepuluh orang itu tergerak hatinya untuk mengikuti ajakannya, maka yang mengajak mendapatkan pahala dirinya dan 10 pahala yang mengikutinya.

Kedua, Jika dengan ajakan tersebut ia mendapatkan hidayah, maka hal itu lebih baik dari onta merah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَوَاللَّهِ لأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

“Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah.”[ HR. Bukhari no. 2942 dan Muslim no. 2406, dari Sahl bin Sa’ad]

“Unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).”[ Aunul Ma’bud, 10/69.]

Seseorang yang tadinya bergelimang dengan kemaksiatan lalu dengan sebab kita ia sadar dan bertaubat kembali ke jalan yang benar, maka seluruh kebaikan yang ia lakukan pahalanya mengalir kepada kita. Sebab ia berbuat demikian kita sebagai penyebabnya. Seandainya bukan karena kita mungkin dia belum bertaubat. Tentu hal ini tidak terlepas dari taufiq Allah.

Ketiga, Salah satu amalan yang tetap akan mengalir walau setelah tiada adalah ilmu yang diajarkan. Mengajak orang berbuat baik hakikatnya memberikan ilmu, baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Ketika seseorang kita ajak shalat tentu kita juga memberitahu hukum, kedudukan dan keutamaan shalat, baik secara langsung atau kita ajak dia berguru kepada seorang alim.

Dengan sebab kita ia mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan shalat yang sebelumnya dia belum mengetahui.

Maka setiap kali ia melaksanakan shalat kita kecipratan pahala shalatnya.

Keempat, lebih dari itu, bahwa mereka yang mengajarkan kebaikan akan didoakan dengan doa kebaikan seluruh makhluq yang ada di langit dan di bumi. Bahkan semut di dalam lubangnya dan ikan di tengah samudra memohon ampunan bagi mereka yang berilmu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya dan penghuni bumi dan langit sampai semut yang berada di lubangnya dan bahkan sampai ikan benar-benar bershalwat atas pengajar manusia kebaikan”. [Hadits riwayat Tirmidzi]

Tentu kebaikan dan ilmu yang dimaksud tidak hanya ilmu yang menyangkut masalah agama. Tapi termasuk di dalamnya setiap ilmu yang bermanfaat dari ilmu dunia.

Jadi, wahai para guru dan mereka yang mengajarkan kebaikan, berbanggalah dan berbahagialah dengan profesimu sebagai guru. Karena pahala ilmu yang bermanfaat tetap mengalir walau pemberinya sudah terkubur ratusan tahun.

Natar, 19 Juli 2017

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password