All for Joomla The Word of Web Design

Hakikat Penghambaan

Salah satu tabiat manusia adalah hubbul baqa’, atau mempertahankan eksistensi.

Hal ini sudah menjadi aksioma yang tak terbantahkan dari semenjak manusia pertama sampai akhir zaman.

Dalam mempertahankan eksistensi manusia membutuhkan dua hal secara bersamaan, yaitu perlindungan dan pertolongan.

Perlindungan dari setiap yang membahayakan dan pertolongan dalam memenuhi hajat kehidupan.

Dan kedua hal ini tidak akan didapat kecuali dari pemilik kekuatan, kekuasaan dan kekayaan.

Nikmat inilah yang Allah ingatkan kepada kaum kafir Quraisy agar mereka mensyukurinya dengan menyembah hanya kepada Allah, Pemilik Ka’bah. Yaitu nikmat keamanan dan kesejahteraan.

فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ

Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah).(Qs, 106:3)

الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ

Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan. (Qs, 106:4)

Para penyembah berhala di zaman jahiliyah sangat mengetahui bahwa berhala yang mereka sembah tak mampu mendengar, berbicara bahkan bergerak, apalagi menolong dan menolak bahaya.

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا تَعْبُدُونَ

Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Apakah yang kamu sembah?” (Qs, 36:71)

قَالُوا نَعْبُدُ أَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عَاكِفِينَ

Mereka menjawab: “Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya”. (Qs, 36:72)

قَالَ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَدْعُونَ

Berkata Ibrahim: “Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)? (Qs, 36:73)

قَالُوا بَلْ وَجَدْنَا آبَاءَنَا كَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ

Mereka menjawab: “(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian”.(Qs, 36:74)

Mereka menyembahnya karena ada keyakinanan bahwa berhala ini sebagai penghubung antaranya dengan pemilik kekuatan, kekuasaan dan kekayaan.

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ

Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. (QS, 39:3)

Keyakinan inilah yang membuat mereka tunduk dan patuh melaksanakan berbagai ritual ibadah walau kadang tidak masuk akal. Sebab kebiasaan ini mereka warisi dari ne ek moyang mereka.

قَالُوا بَلْ وَجَدْنَا آبَاءَنَا كَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ

Mereka menjawab: “(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian”.(Qs, 36:74)

Apa yang menyebabkan sebagian orang rela melaburi dirinya dengan kotoran kerbau yang bernama Ki Slamet setiap acara _Syuraan_?

Apa yang menyebabkan sebagian mereka yang tinggal di pesisir pantai setiap tahun mengadakan ruwatan laut dengan memotong kerbau dan menghanyutkan kepalanya di laut.

Atau apa yang menyebabkan para petani melakukan ritual tertentu di sawah atau ladang yang akan ditanami.

Mereka lakukan itu sebuah, agar terhindar dari bahaya dan mendapatkan berkah berupa kesejahteraan hidup.

Inilah hakikat penghambaan yang sesungguhnya, yaitu melakukan ritual dengan penuh ketaatan dan ketundukan agar terhindar dari bahaya dan dalam waktu yang sama mendapatkan manfaat.

Jadi seseorang dapat menjadi hamba jabatan, hamba dinar dan dirham, hamba pakaian, hamba popularitas dan hamba lainnya.

Ketika menganggap kekuasaan, jabatan, Harta, pakaian, popularitas dapat menghindarkan mereka dari bahaya dan memberikan manfaat, sehingga segala cara ditempuh untuk mendapatkan atau mempertahankannya, maka ini termasuk diantara makna “penghambaan”.

Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

تَعِسَ عَبْدُ الدِّيْنَارِ تَعِسَ عَبْدُ الدِّرْهَمِ، تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيْصَةِ تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيْلَةِ إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ وَإِنْ لَمْ يُعْطَ سَخِطَ

“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamisah dan khamilah (sejenis pakaian yang terbuat dari wool/sutera). Jjika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah” (HR. Bukhari).

Maka, seluruh bentuk penghambaan selain kepada Allah adalah batil. Sebab semua yang dijadikan obyek penghambaan selain Allah bersifat fana’.

Kekuatan, kekuasaan dan kekayaan yang biasanya manusia bergantung semua akan sirna. Dan bergantung kepada yang sirna adalah sebuah kebodohan.

Hanya Allah yang Maha Kekal dengan segala sifatnya yang sempurna. Maka bergantung kepada Allah dan menghambakan diri padanya adalah kewajiban dan keharusan. Sebab segala nikmat yang ada seluruhnya dari Allah Yang Maha Kuat, Maha Kuasa dan Maha Kaya.

وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۘ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ ۚ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (Qs,28:88)

Natar, 12 Juli 2017

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password