All for Joomla The Word of Web Design

Berguru Kepada Nabi Yusuf AS

Kehidupan ini adalah misteri, tak ada yang bisa mengetahui secara pasti apa yang kelak akan terjadi. Kita hanya berencana, menduga-duga dan berangan angan. Tapi suratan takdir yang menentukan apa sebenarnya yang akan terjadi.

Namun bukan berarti masa depan tak dapat diprediksi. Melalui pengalaman, sunanul kaun, dan tanda-tanda zaman masa depan dapat dikira-kira.

Mempersiapkan hal-hal yang diprediksi akan kita lalui adalah suatu kemestian.

Karena dengan itu kita akan siap menghadapi segala kemungkinan dengan hati jernih dan dada yang lapang.

***
Ketika kita menamatkan sekolah lanjutan tingkat atas dan kita meneruskan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Kita dapat merencanakan dan memprediksi kapan kita selesai study, berapa lama dan sebesar apa biaya yang dibutuhkan. Begitu juga dengan menikah.

Ketika kita sudah berumah tangga dan istri kita sudah terlihat hamil di Bulan kedua, maka kita dapat memprediksi kapan lahirnya jabang bayi dan berapa biaya yang dibutuhkan. Serta apa saja yang perlu disiapkan pasca lahirnya.

Ketika anak kita lahir kitapun dapat memprediksi kapan dia masuk TK, SD, SMP, SMA lalu kuliah dan berapa biaya yang dibutuhkan. Untuk menyelesaikan masing-masing jenjang pendidikan.

Termasuk di sini segala bentuk pesta demokrasi yang priodeisasinya sudah ditetapkan seperti pilpres, pilkada, pemilu, pilkades dlsb.

Seorang anggota legeslatif atau kepala daerah misalnya, harus menyadari dari awal bahwa ia akan menjabat hanya 5 tahun. Setelah itu akan ada pergantian.

Maka dari hari pertama ia menjabat, ia harus sudah berpikir bahwa setelah 5 tahun kemudian ia akan tetap duduk kursi itu. Atau kalau tidak menjabat lagi apa yang harus ia lakukan.

Tentu semua itu tidak cukup hanya sekedar tahu. Tapi yang paling penting adalah melakukan persiapan sejak dini dengan menganalisa, memprediksi dan mengkalkulasi seluruh kemungkinan yang bisa terjadi, sehingga ketika tiba waktunya kita sudah siap dengan berbagai strategi dan konsekuensi.

Di sinilah bagaimana kita belajar dari nabi Yusuf AS ketika memprediksi akan ada kemarau panjang setelah musim subur.

Dia perintahkan seluruh rakyatnya bercocok tanam pada masa yang subur selama tujuh tahun. Lalu sebagian besar hasil panen disimpan di gudang-gudang yang disediakan Negara. Sementara hanya sebagian kecil digunakan untuk makan sehari-hari.

Apa yang dilakukan nabi Yusuf AS adalah untuk mengantisipasi kemarau panjang yang diprediksi akan memakan waktu selama tujuh tahun.

Allah menceritakan hal tersebut di dalam surat Yusuf ayat 43-49.

Namun ada yang lebih penting dari semua hiruk pikuk dunia di atas. Yaitu kematian dengan segala drivatnya . Sebab ini adalah kepastian yang paling pasti dari semua kepastian. Di mana tempat kita kelak, kita sendiri yang menentukannya di dunia ini.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Qs,3:185)

Melakukan persiapan secara dini dalam dua hal diatas adalah sebuah keharusan. Lebih-lebih terhadap sesuatu yang pasti, namun jadwalnya tak dapat diprediksi.

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (Qs,3:103)

Semoga Allah selalu membimbing kita di jalan yang lurus.

Natar, 14 Juli 2017

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password