All for Joomla The Word of Web Design

Belajar Dari Kisah Thalut

Jalan dakwah adalah jalan panjang. Untuk sampai ke tujuan akhir kadang memerlukan beberapa generasi.

Dalam perjalanan menuju destinasi terlalu banyak ujian dan ujian terberat dari dakwah adalah terbukanya pintu dunia, manis dan nikmatnya.

Rasulullah saw tak pernah khawatir terhadap ujian kesusahan dan kemiskinan sekhawatir beliau saw terhadap ujian kelapangan dan kekayaan.

‘Amr bin ‘Auf Al-Anshariy radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Abu ‘Ubaidah Ibnul Jarrah radhiyallahu ‘anhu ke negeri Bahrain untuk mengambil upeti dari penduduknya (karena kebanyakan mereka adalah Majusi).

Lalu dia kembali dari Bahrain dengan membawa harta. Maka orang-orang Anshar mendengar kedatangan Abu ‘Ubaidah. Lalu mereka bersegera menuju masjid untuk melaksanakan shalat shubuh bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai shalat beliau pun berpaling (menghadap ke arah mereka). Lalu mereka menampakkan keinginannya terhadap apa yang dibawa Abu ‘Ubaidah dalam keadaan mereka butuh kepadanya.

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tersenyum ketika melihat mereka.

Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku menduga kalian telah mendengar bahwa Abu ‘Ubaidah telah datang dengan membawa sesuatu (harta) dari Bahrain.”

Maka mereka menjawab, “Tentu Ya Rasulullah.”

Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَقَالَ: ((أَبْشِرُوْا وَأَمِّلُوْا مَا يَسُرُّكُمْ، فَوَاللهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، فَتَنَافَسُوْهَا كَمَا تَنَافَسُوْهَا، فَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ))

“Bergembiralah dan harapkanlah apa-apa yang akan menyenangkan kalian. Maka demi Allah! Bukan kemiskinan yang aku khawatirkan atas kalian. Akan tetapi aku khawatir akan dibentangkan dunia atas kalian sebagaimana telah dibentangkan atas orang-orang sebelum kalian.

Lalu kalian pun berlomba-lomba padanya sebagaimana mereka berlomba-lomba padanya. Kemudian dunia itu akan menghancurkan kalian sebagaimana telah menghancurkan mereka.” (HR. Al-Bukhariy no.3158 dan Muslim no.2961)

Marilah kita belajar dari sepenggal kisah Thalut ketika membawa pasukan bani Israil untuk memerangi Jalut yang dituangkan Allah dalam surat Al Baqarah ayat 248.

Dalam perjalanan panjang menuju medan perang pasukan Thalut mengalami penderitaan yang sangat berat, terutama rasa haus.

Dalam kondisi kehausan yang memuncak Thalut memberi tahu bahwa mereka akan melewati sebuah sungai yang airnya melimpah. Mereka hanya dibolehkan minum sekedarnya saja.

فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُمْ بِنَهَرٍ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَنْ لَمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ ۚ

Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku”.

Tapi apa yang terjadi, hanya sebagian kecil dari pasukan itu yang mengindahkan titah sang pemimpin. Kebanyakan mereka minum sepuas puasnya.

Hal ini yang menyebabkan mereka tidak sanggup melanjutkan perjalanan, terkapar sebelum bertarung.

فَشَرِبُوا مِنْهُ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۚ فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ قَالُوا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ ۚ

Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya”.

Hanya mereka yang minum sekedarnya yang mampu melanjutkan perjuangan sampai tuntas.

قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو اللَّهِ كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”.

Begitulah, perjalanan dakwah yang panjang ini. Diantara ujian yang berat ketika sungai Harta itu hadir di depan mata kita.

Hanya ada dua sikap, kita mengambil sekedarnya saja sesuai dengan hak dan kewajaran, atau kita melahapnya dengan mengenyampingkan norma-norma agama dan nilai-nilai persaudaran.

Jika sikap pertama yang kita ambil, maka perjalanan akan tetap berlanjut sampai tujuan.

Namun jika yang kedua, maka sudah dapat dipastikan, perjalanan akan stagnan, bahkan berhenti tak kuat menanggung beban.

Na’udzu billah min dzalik.

Soeta, 12 Agustus 2017

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password