AGAR TIDAK MERUGI
August 30, 2017

Kisah Dua Ekor Kambing

Kisah Dua Ekor Kambing

Melewati pondok pesantren Darussalam mengingatkanku pada kenangan yang tak mungkin terlupakan.

Guru-guru yang ikhlash membimbing dan mata pelajaran yang banyak akan tetap menjadi ingatan yang akan menjadi kenangan sepanjang masa.

*****
Salah satu pelajaran yang banyak dikenang namun sedikit yang menggandrunginya adalah pelajaran Muthalaah.

Mata pelajaran ini disamping ia berbahasa arab dan harus banyak kosa kata yang dihapal, ia juga menuntut siswa untuk menghapal teksnya secara keseluruhan.

Biasanya yang tidak hapal disuruh maju ke depan dan berdiri selama pelajaran berlangsung.

Tapi saya termasuk yang senang dengan pelajaran ini. Sebab dengannya saya merasa lebih unggul dari yang lainnya (he he GR).

*****
Salah satu kisah menarik yang terdapat di buku ini adalah kisah dua ekor kambing jantan atau dalam bahasa arabnya al-anzani.

Begini kisahnya. Ada dua ekor kambing jantan yang hendak lewat di suatu jalan yang sempit. Jalan itu hanya bisa dilewati oleh satu ekor kambing saja.

Di sisi kanan jalan ada tebing tinggi yang curam, sementara di sisi lain ada jurang yang dalam.

Mereka bertemu di tengah jalan itu. Yang satu mau ke arah barat dan yang lainnya mau ke arah timur.

Supaya dapat melewati jalan itu, maka salah satu di antara kedua kambing itu mengalah dengan merebahkan tubuhnya sehingga kambing yang satu bisa lewat dengan meloncat. Maka keduanya selamat.

Di lain waktu ada dua kambing lainnya yang hendak menyebrang sungai. Diatas sungai itu melintang sepotong kayu yang hanya bisa dilewati satu ekor kambing.

Bertemulah dua ekor kambing ini di atas kayu yang melintang di tengah sungai itu.

Masing masing tidak ada yang mau mengalah untuk mundur ke belakang atau merebahkan diri agar yang lain bisa melewati jembatan itu dengan selamat.

Pada akhirnya mereka berantam. Satu sama lainnya mengadu kekuatan. Hasilnya, kedua kambing itu jatuh dan mati terbawa arus air sungai yang deras.

*****
Cerita ini ingin menyampaikan pesan, bahwa, pertama : Perseteruan antar sesama saudara hanya akan membawa kehancuran.

Sebab itu harus dicarikan jalan keluarnya.

Kedua, Bahwa kadang mengabaikan ego dan mengalah dapat menyelamatkan semua.

Natar, Kamis 28 September 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *