Tipuan Mata
August 30, 2017
Kisah Dua Ekor Kambing
September 28, 2017

AGAR TIDAK MERUGI

oleh : KH Komiruddin Imron Lc

“….ketiga, Syarat agar tidak menjadi orang yang merugi adalah saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Jadi pastikan nasihat kita benar menurut agama.

Dan karena kebenaran itu belum tentu dapat diterima, maka nasihat juga harus dilakukan dengan penuh kesabaran”. Taushiyah Ustadz Munawwar pagi itu di masjid Istiqamah.

“Ustadz mau tanya, jika nasihat sudah disampaikan, tapi sepertinya dia tidak terima, gimana sikap kita ustadz? Tanya pak Anwari setelah dibuka sesi tanya jawab dan moderator mempersilahkannya.

“Pak Anwari, pertama, kewajiban kita hanya mengingatkan. Masalah diterima atau tidak itu urusan Allah, bukan urusan kita.

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (Qs, 28:57)

Kedua, hendaknya ketika kita menasihati dilandasi oleh kecintaan, bukan kebencian. Semata-mata menginginkan kebaikan, bukan membuka aib. Sebab itu ikhlash menjadi landasannya.

Ketiga, Usaha tetap harus dilakukan, karena itu kewajiban yang melekat, Bahkan jika menurut prediksi kita suatu kaum hampir dipastikan tidak akan berubah dengan dakwah, maka dakwah tetap harus dilakukan, jangan pernah berhenti sampai Allah memutuskan urusan-Nya.

وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ قَالُوا مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa. (Qs, 7:164)

Dalam ayat diatas ada dua alasan mengapa dakwah tetap harus dilakukan. Pertama, agar ada alasan di depan Allah bahwa dakwah telah kita lakukan. Kedua, tetap tidak menutup kemungkinan dia mendapatkan hidayah. Dalam arti ia sadar apa yang dilakukan selama ini salah dan kembali ke jalan yang lurus.

Keempat, Usaha sebaiknya diiringi dengan doa, kita minta ke Pemilik hati yaitu Allah. Sebab bisa jadi saat ini hatinya belum terbuka, dengan mendoakannya, esok, lusa bisa jadi hatinya terbuka. ” Jelas ustadz Munawwar panjang lebar.

“Gimana pak Anwari? Cukup? ” Tanya moderator sambil memandang kepada paka Anwari.

“Cukup pak. Sangat jelas”… Jawab pak Anwari.

“Ustadz, silahkan closing statmennya”. Pinta moderator kepada ustadz Munawar.

“Tiga syarat agar kita tidak merugi, iman amal shaleh dan saling nasihat-menasihati.

Dalam hal saling menasihati hendaknya memperhatikan 4 hal diatas dan menjadikannya sebagai rambu-rambu dalam bertaushiyah” Tutup ustadz Munawwar.

“Demikianlah kalimat penutup dari ustadz Munawwar dalam taushiyah pagi ini. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa kembali esok pagi pada tempat dan waktu yang sama.

Mari kita tutup pengajian subuh ini dengan lafazd hamdalah” Demikian moderator menutup acara pengajian pagi ini.

Natar, 9 Agustus 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *