Pemuda Dewan Dakwah Hadiri Halal bihalal Ormas Pemuda Islam 2017
July 28, 2017

PERGERAKAN ISLAM

Pergerakan islam I Oleh : Ahmad Risani

Harus disadari bahwa tak selamanya kita akan berjuang. Meskipun cita-cita belum tersampaikan. Memang betul, tak ada waktu istirahat di dunia ini, melainkan disyuga-Nya nanti. Tapi, bagaimana jika istirahat atau terhentinya perjuangan kita karena faktor tertentu? Karena sebuah kesalahan elementer, lalu menjadikan kita generasi-generasi yang digantikan.

Sebuah nasihat mengatakan, cara terbaik untuk menghindar dari kemunduran adalah mempelajari faktor penyebab kemunduran itu.

Kehidupan ini tidak lepas dari hubungan sebab-akibat. Sesuatu terjadi karena ada sesuatu yang lain. Begitu juga dengan kematian.

Matinya pergerakan dan perjuangan disebabkan oleh beberapa hal. Namun, dalam hal ini, baiknya kita menilik tiga aspek pokok penyebab kematian pergerakan.

Dalam konsep peradaban, mati diartikan hilang. Sebelum hilang, dimulai dari proses kemunduran, melemah, tak berdaya, lalu pada akhirnya hilang.

Penyebab kematian

Aspek pertama ialah religiusitas. Aspek yang berhubungan dengan nilai spiritual. Nilai terpenting yang menjadikan seseorang atau sekelompok orang untuk bergerak.

Adalah iman sumber kekuatan utama itu. Ia bersifat fluktuatif, naik-turun. Manakala iman telah tercerabut dari dalam diri seseorang, maka tak ada alasan logis rasional yang mampu menggerakan tangan, hati, lidah, serta segenap organ dan jiwanya untuk berbuat.

Sifat fluktuatif iman inilah yang kadang membuat seseorang begitu semangat atau begitu loyo dalam melakukan gerakan.

Oleh karena itu, sejatinya sebagai individu yang memiliki cita-cita perubahan, aspek religi ini patut menjadi perhatian utama.

Sejatinya, keberadaan kita dalam organiasi dakwah ini, bukanlah semata ditujukan untuk melakukan perubahan kepada masyarakat. Tetapi justru untuk menyelamatkan diri sendiri. Adanya kita dalam organiasi gerakan dakwah, tidak lain adalah cara Allah untuk memeberikan hidayah kepada kita. Manakala ketika kita yang menjadi penggerak, namun lalai dalam perbaikan sisi religiusitas ini, secara otomatis kita sedang menjemput saat-saat kemunduran itu.

Jika kita lihat kembali sejarah para nabi dan sejarah peradaban, serta kaum yang hilang. Kita akan menyaksikan betapa aspek religiusitaslah yang menjadi penyebab pertama kemunduran sebelum aspek eksternal lainnya.

 

Kaum-kaum yang dimusnahkan oleh Allah, tidak lain karena berpalingnya mereka dari-Nya. Mundurnya peradaban dan kepemipinan, tidak lain karena ketika pemimpin-pemimpinnya dan masyarakatnya kehilangan nilai religiustas.

Mengabaikan aspek-aspek ilahiyah, kekuatan dari langit.

Begitu juga dengan organisasi yang mengindentitaskan diri dengan islam sebagai asas perjuangan. Maka, islam itulah yang menjadi prinsip perjuangannya, yang diejawantah dalam bentuk ibadah ritualis dan ibadah sosial. Obsesi dan orientasinya adalah Allah. Bukan yang lain.

Umar Bin Khottob r.a pernah mengatakan, kemenangan kita bukan karena banyak atau sedikitnya jumlah, tapi karena Allah yang membantu. Sehingga memaksimalkan pertolongan Allah-lah yang dapat membuat sebuah organisasi pergerakan dapat bertahan dan meraih kemenangan.

Kedua, faktor sosial-politik, ketidakberdayaan berkompetisi. Kekalahan stategi. Atau segala hal yang berhubungan dengan aspek taktis dan stategis lainnya.

Zaman yang terus berubah ini, menuntut seorang individu untuk mempercanggih diri, begitu juga dengan sebuah organisasi untuk memutakhirkan kompetensi dan kinerja pergerakannya.

Saat ini, kita acap dihadapkan pada fenomena dan fakta baru yang terjadi dalam masyarakat.

Perubahan struktur sosial dan politik Indonesia pasca reformasi telah memberikan ruang bagi setiap warga untuk mengekpresikan dirinya.

Perubahan ini telah menggeser nilai-nilai lama dan membentuk cara berfikir baru.

Menjadi kritis di zaman ini sudah tidak istimewa lagi. Akses informasi dan keterhubungan antar individu, telah membentuk keseimbangan baru dalam masyarakat yang pada akhirnya menciptakan masyarakat kritis.

Saat ini masyarakat butuh terobosan. Sesuatu yang benar-benar mampu memberikan dampak bagi perbaikan kehidupan disektor politik, ekonomi, budaya, dan lainnya.

Tipologi gerakan sosial barangkali akan beralih menjadi gerakan praktis. Advokasi-advokasi propagandis nampaknya akan berbarengan dengan agenda pelayanan. Ide-ide baru tidak lagi mentah sebatas konsep dan wacana, tetapi harus menjelma menjadi ide-ide matang yang praktikal.

Namun, bukan berarti kita melupakan peran nashrul fikroh (ideologisasi) pemahaman terhadap prinsip dan nilai islam secara kaafah. Ini adalah fondasi berfikir. Karena bagaimanapun nilai ideologis akan menciptakan masyakarakat yang afiliatif kepada gerakan islam. Menyadarkan ummat agar memiliki sense-in group terhadap gerakan, hingga akhirnya turut berpartispasi, dan berkontribusi dibidangnya masing-masing.

Kegagalan berkompetisi tidak hanya dikalahkan oleh faktor eksternal. Justru lebih banyak disebabkan oleh faktor internal. Gagalnya proses pengkaderan, ideologisasi yang terputus, krisis kepercayaan kepada sesama, tidak berjalannya pengkaryaan kader adalah sekelumit dari beragam masalah-masalah internal.

Ketiga, faktor bio-psikologis. Ini tentang usia yang terus berlanjut, dari muda menjadi tua, lalu tak berdaya, pada akhirnya mati. Ini mati secara biologis. Mati pula tak harus menunggu tua. Kematian lainnya ialah mati psikologis, saat usia muda tak kunjung matang, lalu mati rasa, tak peduli, pada akhirnya mati.

Kondisi ini biasa disebut dengan kuldesak. Kebekuan dalam berfikir. Matinya nalar kritis. Beberapa hal penyebabnya antara lain, krisis kepercayaan yang menciptakan apatisme (ketidakpedulian), hedonisme yang mematikan altruisme (kesadaran). Ketidakpedulian pada isu-isu dan kondsi disekirtanya dan ketidaksadaran akan peran yang harus dilakukan.

Ketika hal ini menggelayuti tiap individu yang tergabung dalam organisasi pergerakan, maka tidak lama lagi akan segera menuju ambang kematian. Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari kondisi-kondisi diatas. Ya Hayyu Ya Qoyyum. Wallahu a’lamu bisshowwab.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *