AGAMA DAN POLITIK
July 21, 2017
MENANGKAP PELUANG PERUBAHAN
July 21, 2017

ADA APA DENGAN  SHALAT JAMA’AH  KITA

ADA APA DENGAN SHALAT JAMA’AH KITA

Di dalam shalat berjama’ah, kita sering menjumpai berbagai pemandangan dan perilaku yang beraneka ragam. Di antaranya, ada yang terkesan mengganggu dan kurang membuat enak di antara para jama’ah. Tulisan di bawah merupakan kumpulan dari berbagai hal yang sering dijumpai di dalam shalat berjama’ah. Disusun berdasarkan pengalaman yang dialami sendiri oleh penulis dan dari hasil tanya jawab dengan beberapa orang jama’ah. Di antara yang pokok dan perlu untuk diketengahkan adalah sebagai berikut:

  1. PADA MAKMUM

Ada sebagian orang yang berdiri di dalam shaf secara tidak tegak lurus, meliuk-liuk ke kanan dan ke kiri (gontai), kadang kaki kanan maju dan kadang kaki kiri layaknya orang yang tidak kuat berdiri. Jika ia orang yang sudah tua mungkin bisa dimaklumi, akan tetapi jika yang melakukan hal itu seorang yang masih gagah dan kedua kakinya pun kokoh, maka hal itu tidak sepantasnya. Biasanya orang yang demikian karena merasa malas dan berat dalam menunaikan shalat. ada orang yang meremehkan masalah ini, sehingga membiarkan antara dia dengan orang di sebelahnya ada celah untuk syetan.

  • Ada pula di antara sebagian jama’ah yang tidak perhatian terhadap lurusnya shaf dalam shalat. Maka kita melihat di antara mereka ada yang agak lebih maju atau lebih mundur di dalam shaf, dan tidak lurus dengan para jama’ah yang lain, padahal masjid-masjid sekarang pada umumnya telah membuat garis shaf atau tanda-tanda lain. Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam telah memperingatkan hal itu dengan sabdanya, Janganlah kalian berbeda (berselisih) di dalam shaf, sebab hati kalian akan menjadi berselisih
    Seharusnya setiap makmum berusaha meluruskan diri dengan melihat kanan kirinya, kemudian merapatkan pundak dan telapak kaki antara satu dengan yang lain.
  • Ada juga sebagian orang yang datang ke masjid lebih awal, namun ia tidak segera menempati shaf depan tetapi malah mengam-bil tempat di bagian tengah atau belakang, ia biarkan shaf depan atau posisi belakang imam diambil orang lain, padahal ia merupakan tempat yang utama. Ini adalah kerugian, karena telah membiarkan sesuatu yang berharga lewat begitu saja tanpa mengambilnya serta menghalangi dirinya dari memperoleh kebaikan.
  • Ada pula sebagian jama’ah yang ketika datang dan mendapati imam sedang rukuk, ia lalu berdehem, pura-pura batuk, atau berbicara dengan suara agak keras supaya imam mendengar lalu menunggunya (memanjangkan rukuknya). Hal ini jelas mengganggu orang-orang yang sedang shalat, dan membuat mereka tidak tenang (gelisah). Yang diperintahkan syari’at adalah hendaknya ia masuk shaf dalam keadaan tenang dan tidak terburu-buru, jika mendapatkan rukuk, maka alhamdulillah dan kalau ketinggalan, maka hendaknya ia menyempurnakan.
  • Sebagian orang ada yang shalat di masjid dengan mengenakan pakaian kumal seadanya, pakaian kotor atau pakaian tidur. Padahal Allah Subhannahu wa Ta’ala telah berfirman dalam surat al-A’raf : 31. “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan.” (QS. 7:31)

    Jika seseorang akan masuk ke rumah seorang pejabat, atau mau berangkat ke kantor, maka tentu ia akan memilih pakaian yang bagus bahkan yang paling bagus. Maka ketika akan ke masjid tentu lebih utama lagi. Sebagian orang memang ada yang bekerja di tempat-tempat yang mengharuskan pakaian mereka kotor (seperti bengkel, buruh, tani dan lain-lain, red), sehingga ketika shalat dengan baju kotor mereka beralasan karena kondisi pekerjaan yang mengharuskan demikian. Maka penulis menyarankan agar orang tersebut mengkhususkan satu pakaian yang bersih dan hanya dipakai waktu shalat saja.

  1. PADA IMAM SHALAT

Imamah dalam shalat juga hal yang tidak dapat dipisahkan dari kewajiban shalat. Karena salah satu sarat sahnya shalat berjamaah adalah adanya imamah/imam shalat.

  1. Keutamaan imam dalam shalat

Pertama, Imam dalam shalat merupakan wilayah kepemimpinan syariat Sabda nabi: hendaklah orang yang mengimami sekelompok orang itu paling baik bacaan kitabullahnya. Kedua ,Imam dalam shalat menjadi panutan dalam kebaikan. Ketiga, Doa nabi agar para imam selalu mendapat bimbingan. Keempat, Keutamaan imam sudah sangat populer yang Nabi sendiri jadi imam. Kelima. Tingginya kedudukan imam dan bahaya bagi orang yang meremehkannya.

“Dari Abu Hurairah Nabi Bersabda: Para imam itu shalat bersama kalian. Jika mereka para imam itu benar pahala bagi kalian dan bagi mereka (imam). Dan jika mereka/imam salah pahala bagimu dan dosa bagi mereka/imam. (HR. Bukhari)”

  1. Kriteria Imam Shalat

Orang yang paling pantas jadi imam adalah orang yang paling baik bacaan Al Qurannya kemudian alim yang memahami shalatnya. Nabi bersabda: yang menjadi imam bagi segolongan orang adalah yang paling baik bacaanya, jika dalam tingkatan bacaan mereka sama, orang yang paling mengerti sunnah Nabilah yang menjadi imam. Jika dalam hal sunnah sama yang menjadi imam adalah orang yang paling dulu hijrah, jika dalam hijrah sama, yang menjadi imam dalah orang yang paling dulu memeluk Islam(dalam sebuah riwayat disebutkan yang paling tua) ( Shahih Muslim, sarah imam annawi)

Kekurangan yang terjadi diantara kita adalah meremehkan kriteria yang rasulullah gariskan urutannya. Terkadang kita mendahulukan urutan ketiga ari yang pertama, urutan terakhir kita utamakan dari urutan kedua dan pertama sehinggawajarlah diantara umat Islam belum menemukan lezatnya melaksanakan shalat jamah. Ini adalah hadis nabi yang patut kita terapkan karena kebahagiaanlah bagi orang yang menerpkannya dan penyesalanlah bagi orang yang mengabaikannya. Semoga kita termasuk dari umat yang mencintai Nabi Muhammad SAW yang dengan sepenuh hati menerapkan sunnah beliau dalam hidup kita meski terkadang kita berat mewujudkannya. Namun yakinlah Allah memberipahala bagi kita seberat usaha yang kita lakukan.

AYO KEMBALI KEPADA SUNNAH NABI MUHAMMAD SAW !!!!!

1 Comment

  1. Suhengsi says:

    Tulisan yang bagus dan bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *