MENINGKATKAN KUALITAS DIRI MELALUI SHALAT

Hukum Menukar Uang Lebaran
June 19, 2017
“Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin”
August 4, 2017

Oleh : KH. Mukhlis Solihin Wakil Ketua II Dewan Dakwah Lampung

Kebanyakan manusia mengukur kesuksesan dari materi dan tidak tembus melihat kepada apa yang tidah tampak.

Allah menyatakan, bahwa manusia diukur dari ketaqwaannya. Maka meningkatkan kualitas diri, bagi seorang mukmin adalah meningkatkan ketaqwaan yang dimilikinya.

Firman Allah swt. :

“Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Al Hujurat: 13)

MENINGKATKAN SHALAT

Meningkatkan kwalitas shalat adalah bagian penting dari upaya meningkatkan dan memperbaiki diri.

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. -Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, -Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, -Kecuali orang-orang yang shalat,
yaitu orang yang shalatnya tegak. (Al-Ma`ārij :19 -21)

Shalat adalah merupakan ciri ketaqwaan yang paling penting. Dia akan menjadi tolok ukur keimanan dan kekufuran seseorang. Maka seorang tidak boleh meremehkannya karena berarti meremehkan dirinya sendiri. Orang yang memelihara dan menjaga shalatnya berarti memelihara harakat dirinya dsisii Allah swt.

Meningkatkan shalat meliputi hal-hal sebagai berikut.

a.) MENGHAFAL AL QUR’AN.

Menghafal Al qur’an adalah resiko yang tidak terelakkan bagi yang ingin meningkatkan kwalitas shalatnya.

Yang dimaksud disini tentu bukan dengan target menjadi hafizh, tapi memperbanyak surah dan ayat-ayat yang dihafal. Sebab ini akan menunjang bagi ibadah yang paling utama didalam Islam, yaitu “Shalat”.

Nilai shalat seseorang, selain dari keseriusannya dalam menjaga hati dan fikirannya ketika shalat, juga ditentukan dengan panjangnya bacaan. (khususnya ketika shalat sendiri).

Seorang tidak mungkin shalat dengan panjang sesuai keinginanya, kalau tudak punya hafalan yang memadai.

Maka tidak heran jika Nabi kita menyatakan :

“Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan yang mengajarkannya.” (H. R. Bukhari)

Karena dia berkaitan erat demgan shalat dan pengawasan diri.

b.) MENINGKATKAN ILMU. (TERUTAMA ILMU AGAMA).

Dengan ilmu seorang akan dimudahkan memilih sikap yang bermanfaat bagi dirinya.
Dan tnpa ilmu seorang akan mudah terjerumus kepada perbuatan yang menjatuhkan dan merendahkan maryabat dirinya.

termasuk juga ilmu tentang shalat yang benar.

Tidak jarang kita lihat, orang yang shalatnya tanpa ilmu yang benar (seauai tuntunan Nabi saw.) sehingga ada kalanya buru- buru, Salah gerak dan lain-lain. Tegasnya ilmu merupakan bagian penting dalam peningkatan kwalitas diri kita disisi Allah.

Allah swt berfirman :

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Al-Isra’ : 36) : ” Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Mujadilah : 11)

Hal ini kelihatannya tidak berhubungan langsung dengan shalat, namun shalat seseorang juga akan dipengaruhi sikapnya diluar shal.

c.) BANYAK MENGINGAT ALLAH.

Orang yang senantiasa ingat kepada Allah tentu akan memperuntukkan setiap amalnya bagi Allah swt. dan khusus untuk shalat, dia merupakan ibadah yang kesempurnaannya sangat ditentukan ingat dan kesadarannua akan kehadiran Allah swt.

Allah swt. berfirman:
(إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي)

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” [Surat Tha-Ha 14]

d.) MENGHAYATI BACAAN.

Yang trrakhir ini merupakan buah dari kesungguhaan seorang yang mau belajar dan berusaha untuk mengetahui apa arti dari bacaan shalat, yerutama setiap Al-Qur’an yang dibaca. Sehingga ia dapa shalat dengan penghayatan dan tidak kosong.
Allah swt. berfirman :

(بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ * الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ)

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, Orang-orang mukmin (Al-Mu’minūn):2 – (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya,”
[Surat Al-Mu’minun 1 – 2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *