Buah Berjamaah
July 10, 2017
Ada apa dengan Menangis ?
July 13, 2017

MELURUSKAN TUJUAN

Setiap kita tentu memiliki target dan impian, rencana dan harapan, peluang dan tantangan. Itulah yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya.

Target yang kita buat tentu tujuannya untuk mewujudkan impian. Rencana yang kita susun adalah upaya untuk mendekatkan harapan dengan kenyataan. Peluang yang kita dapatkan  adalah kesempatan untuk menaklukan tantangan. Itulah siklus kehidupan yang harus kita jalani.

Untuk menggapai kesuksesan, ada banyak buku maupun seminar motivasi yang membahas dan membicarakan tentang cara dan upaya yang kita harus lakukan, dari mulai membuat target penambahan kapasitas dengan sarana menyelesaikan membaca buku setiap pekan, menambah jaringan bisnis dengan memperbanyak silahturahim, menentukan skala prioritas dengan membuat kalender aktivitas, dan lain sebagainya.
Ya itulah standar yang sering kita temui disetiap buku dan seminar motivasi.

Bagi yang ingin sukses dalam bisnis, ia akan dihadapkan dengan peluang dan tantangan, dari mulai membuat target omset, laba sampai pada perbaikan etos kerja dan startegi untuk mewujudkan apa yang sudah ditargetkannya.

Yang becita-cita menjadi penulis, pejabat publik maupun birokrat, ia harus mulai meningkatkan kapasitas dirinya dengan banyak membaca, memecahkan persoalan dengan memperbanyak pengalaman di lapangan serta memperluas koneksi dengan sarana anjang sana anjang sini.

Tentu tidak ada yang salah dengan segala tujuan dan harapan diatas, semua lumrah dan sah-sah saja.

Yang jadi masalah adalah, ketika segala tujuan yang kita canangkan, harapan yang kita impikan, upaya yang kita kerjakan serta hasil yang kita dapatkan itu semua tidak terkoneksi dengan fitrah dan KeRihdaanNya.

Maka segala kapasitas yang kita miliki, harta yang kita peroleh, jaringan yang kita punya, akan habis dan hilang, lepas dari kepemilikan, saat kematian menyapa kita.

Saatnya kita meluruskan tujuan,

Mari niatkan, bahwa setiap buku yang kita baca, seminar yang kita ikuti adalah ikhtiar untuk menambah ilmu dan kapasitas, setelah itu kita sampaikan ilmu yang kita punya agar terus mengalir nilai keberkahan serta pahalanya meskipun kita telah tiada

Setiap laba yang kita peroleh dalam bisnis, mari kita lipat gandakan nilainya dengan cara dibelanjakan di jalan kebaikan. Sehingga semangat kita menambah pundi pundi kekayaan adalah upaya kita untuk memperluas kebermanfaatan.

Kepiawaian menjadi penulis, pembicara, pejabat publik, pemimpin organisasi, dan lain sebagainya, mari kita dedikasikan sebagai salah satu amal jariyah terbaik kita.
Hadirnya kita di tengah tengah mereka harus berdampak pada semakin banyaknya orang yang tercerahkan, tersejahterahkan serta terjamin keadilan dan keamanannya.

Semoga Allah SWT membimbing kita semua untuk menjadi manusia yang mampu meluruskan tujuan hidup, menjadi lebih bermanfaat, serta menakdirkan kita menjadi salah satu hamba yang Husnul Khotimah.

“Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *