Pengurus Cabang
Menduplikasi siroh Nabawiyah
July 9, 2017
MELURUSKAN TUJUAN
July 12, 2017

Buah Berjamaah

Satu pekan ini, saya dan istri berinteraksi intens dengan satu keluarga muda yang tinggal di Lampung.

Keluarga ini, awal Agustus 2017 akan pindah sementara ke Kota Kembang dan Kota Hujan, karena suami istri sama sama mendapatkan beasiswa melanjutkan strata 2 di dua kampus bergengsi yang ada di dua kota tersebut.
Sang suami akan melanjutkan studi di Kota Kembang, sedangkan sang istri studinya di kota Hujan dan akan menetap disana beserta keempat anaknya.

Pasangan ini, semenjak SMA (tentunya sebelum menikah) dan tadinya tidak saling mengenal, sama-sama aktif di kegiatan dan kepengurusan Rohani Islam yang ada di sekolahnya masing-masing. Yang pria (ikhwan) aktif di Rohis SMAN 2, sedangkan yang Wanita (akhwat) di SMAN 3.
Keaktifan mereka di kegiatan dan kepengurusan Organisasi KeIslaman pun berlanjut ketika mereka masing-masing melanjutkan kuliah.
Alhamdulillah, lewat wasilah harokah yang sama, meraka dijodohkan dan akhirnya menjadi keluarga dakwah sampai dengan hari ini.

Dari interaksi dengan keluarga tersebut, mereka menceritakan banyak hal, dari mulai proses mendapatkan beasiswa, mengurus surat izin belajar, mencarikan sekolah anak-anak, sampai dengan proses pencarian rumah kontrakan. Ada hikmah mendalam yang kami dapatkan dari kisah sederhana mereka, sengaja ingin kami tulis dan share, semoga kita semua bisa mengambil pelajaran darinya.

Kembali ke kisah keluarga muda tadi.
Singkat cerita, kurang lebih satu bulan yang lalu pasangan ini bertolak ke kota Hujan untuk mengurus pindah sekolah anak-anak mereka sekaligus mencari rumah di daerah kampus dan sekolah untuk tempat tinggal selama dua tahuh kedepan.

Subhanallah, inilah indah dan berkahnya tergabung di jamaah dakwah. Sepekan sebelum berangkat menuju kota Hujan, mereka sempat mengontak salah satu teman sesama aktivis dakwah semasa SMA yang kini tinggal di kota tersebut. Kemudian lewat bantuan temannya, pasangan ini di kenalkan dengan salah seorang temannya yang kenal dengan pengelola Sekolah Islam yang ada di sekolah kota Hujan, dan kebetulan menurut informasi, letak sekolah tersebut tidak jauh dari kampus tempat sang istri mengambil studi.

Menggunakan bus malam pasangan muda ini menuju kota Hujan, ketika sampai, langsung menuju rumah temannya teman beliau.
Masya Allah, kembali buah dari indahnya berjamaah dalam harokah dakwah menghampiri pasangan ini.
Sesampainya di rumah yang dituju, pasangan ini berbincang – bincang hangat dengan orang yang dituju, meskipun sebelumnya belum pernah bertemu, namun karena sama-sama aktif juga di harokah yang sama, maka pertemuan itupun laksana pertemuan sahabat lama yang lama tidak berjumpa, penuh keakraban dan persaudaraan.

Kemudian diluar dugaan, pasangan muda ini dipinjami sepeda motor oleh orang tersebut, untuk kemudian digunakan sebagai kendaraan menuju sekolah tempat anak-anaknya bersekolah selama dua tahun di kota tersebut.
Alhamdulillah bermodalkan GPS dan arahan pemilik motor, pasangan muda ini akhirnya tiba Sekolah Islam yang dituju.

Singkat cerita setelah mendaftar dan mengisi form yang cukup tebal dan detail, masuklah di dua tema percakapan sederhana yang menurut kami ini indah dan penuh hikmah.
Tema percakapan pertama tentang, pertanyaan pihak sekolah, apakah pasangan muda tadi rutin ikut pengajian pekanan selama tinggal di Lampung.
Pasangan tadi pun mengiyakan dan menyebutkan aktif di pengajian dan menyebutkan nama pengajiannya, dan menjelaskan, Alhamdulillah dari sejak SMA hingga sekarang kami berdua aktif di kegiatan dan kepengurusan organisasi dakwah yang ada di Lampung.

Kemudian tema percakapan kedua, seputar biaya pendidikan yang harus disiapkan pasangan tadi untuk ketiga anaknya di sekolah tersebut (anak ke empat beliau belum masuk usia sekolah).
Menghela nafas, sambil tersenyum penuh arti saat pasangan tersebut menerima rinciaan biaya yang diberikan pihak sekolah. Angka yang cukup fantastis u biaya daftar ulang ketiga anaknya. Bila ditotal angkanya mencapai tiga puluh juta lebih. Belum sempat berkomentar, senyuman penuh arti kembali tersungging di bibir mereka, saat pihak sekolah menerangkan, “ tenang aja Pak, Bu, In Syaa Allah ada potongan, jangan khawatir”. Subhanallah, kembali pasangan tersebut merasa bersyukur atas anugrah yang Allah SWT berikan lewat wasilah orang – orang tersebut, saambil dalam hati berkata “Indahnya berjamaah”.

Alhamdulillah, urusan sekolah anak beres, tibalah saatnya mereka mencari info sambil berkeliling mencari rumah kontrakan.
Sambil berkeliling, sang istri ingat bahwa menurut informasi dari temannya di Lampung, ada teman sesama aktivis dakwah semasa SMA yang sekarang bekerja di Kota Hujan. Akhirnya beliau menghubungi temanya tersebut dan janjian akan bertemu di salah satu taman yang ada di sana.
Singkat cerita, bertemulah dua sahabat lama tersebut, tentunya bahagia bercampur haru menjadi satu saat keduanya bertemu. Mungkin sudah lebih dari 7 tahun tidak bertemu, Alhamdulillah Allah SWT kali ini memberikan kesempatan.
Setelah berbincang santai tentang keluarga dan aktivitas masing-masing, masuklah ke pembicaraan tentang hajat pasangan tersebut prihal mencari rumah kontrakan yang akan ditempati selama dua tahun di kota Hujan.
Masya Allah, kembali Allah SWT memberikan kasih sayangNya kepada pasangan ini.
Sahabat sang istri pasangan tadi berkata,
“ Subhanallah, indahnya skenario Allah SWT, kebetulan sekali sahabatku, Qadarallah kami memiliki rumah yang tidak terlalu jauh dari tempat sekolah anak-anakmu, rumah tersebut merupakan rumah pertama yang kami beli setelah menikah, dan sekarang tidak ada yang menempati, karena kami sekeluarga telah menempati rumah baru, Ayo sekarang kita liat rumah tersebut, ajaknya “

Sesampainya dirumah yang dituju, setelah masuk dan melihat-lihat kondisi rumah, sahabat mulia tadi berkata ;
“ Ukhti, selama anti dan keluarga kuliah dikota ini, tinggalah dirumah ini, tidak usah disewa, tapi rawatlah rumah ini seperti rumah anti sendiri “
Subhanallah, dipeluklah dengan penuh kecintaan sang sahabat mulia tersebut, sambil bibir tak henti-henti bersyukur sambil mendoakan kebaikan dan keberkahan hidup untuk sahabatnya,
Dan yang lebih menakjubkan lagi, kau tau sahabat ?….. Rumah yang ditawarkan tersebut kondisinya persis sekali dengan apa yang ada diinginkan pasangan muda tadi. Warnanya ungu, kamarnya tiga, sangat mirip dengan rumah beliau di Lampung.
Maha Suci Allah dengan segala Kasih sayangNya.

Saudaraku,
Kisah sederhana diatas kembali memberikan pelajaran berharga kepada kita, betapa berjamaah, berkomunitas, berorganisasi, dan lain sebagainya, akan banyak memberikan nilai tambah bagi kehidupan.
Ditambah lagi bila kita berjamaah dalam aktivitas dakwah dan kebaikan, yakinlah bila kita senantiasa istiqomah, In Syaa Allah husnul khatimah akan kita dapatkan.

Mengutip sebuah artikel lama “Dakwatuna”.
Betapa Rasul pun sangat menegaskan pentingnya berada dalam jamaah. Karena kehidupan di dunia ini seperti tengah berlayar dilautan lepas. Ombak yang bergulung-gulung mampu membawa siapa saja dan apa saja terombang-ambing di tengah lautan. Maka, berjamaah layaknya sebuah kapal besar yang mampu menampung banyak orang untuk berlayar mencapai satu tujuan yang sama.

Saudaraku,
Berjamaah dan istiqamahlah. Sebab kita tak kan pernah tau sampai kapan kita mampu berdiri kokoh dalam keimanan bila kita berjalan sendiri. Dan akan bagaimana ketika kita menyadari tengah berdiri di titik terlemah kita namun tak ada satu pun orang yang mengingatkan dan membangkitkan iman kita lagi untuk sampai pada level tertinggi. Tetaplah berdiri dalam satu barisan, berpegang erat, dan senantiasa istiqamah dalam jamaah.

Kemiling, 11 Juli 2017
Fastabiqul khairat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *