LAZIS DEWAN DAKWAH BANTU BIAYA PERAWATAN BAYI DHUAFA
June 19, 2017
Klarifikasi Pemberitaan Radar Lampung “Waspadai Bid’ah di Bulan Ramadhan”
June 19, 2017

PANEN PERDANA, KWT BINAAN MUSLIMAT DI DESA MARGATAQWA

[BANDAR LAMPUNG] – Desa Margataqwa, Kec. Natar, Kab. Lampung Selatan adalah salah satu desa binaan Muslimat Dewan Dakwah Prov. Lampung. Pembinaan ini telah dilakukan selama setahun lebih.

Desa ini merupakan salah satu desa yang rawan pemurtadan. Pembinaan yang dilakukan Muslimat tidak hanya ditujukan kepada bimbingan ruhani ibu-ibunya, tapi juga bagaimana mengembangkan kesejahteraan mereka lewat peningkatan pendapatan.

Desa Margataqwa masih dikitari oleh areal kebun yang bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Karena itu, dipilihlah komoditi hortikultura, terutama sayuran yang usia tanamnya pendek untuk dikembangkan di desa ini.

Dimulai dari pembentukan kelompok, penyerahan donasi dari salah satu daiyah untuk modal awal penyemprotan rumput/gulma, pengadaan benih, sampai ke pemasaran, Muslimat berusaha memberikan dukungan.

Pengadaan benih bukan hanya didapat dari donatur pribadi, tapi ada juga bantuan LAZIS Dewan Dakwah. Bukan hanya itu, Lazis DD juga memberikan bantuan berupa alat dan bahan tanam, serta penyuluhan cara bercocok tanam.

Panen perdana telah dilakukan pada Jumat (16/6) sore. Haus dan letih di kala berpuasa tidak lagi mereka hiraukan. Mereka begitu gembira melihat kangkung dan sawi yang mereka tanam tepat sebulan yang lalu kini tampak subur, hijau, dan segar.

Panen perdana baru dilakukan untuk 2 komoditas sayuran ini. Sementara komoditas lainnya yaitu terong dan cabai, masih dalam proses pembibitan.

Kegembiraan mereka bertambah ketika pukul 6 Sabtu (17/6) pagi tadi, semua hasil panen yang sudah dalam bentuk ikatan seharga 2 ribu rupiah, diangkut ke kantor Dewan Dakwah Prov. Lampung.

Muslimat membeli seluruh hasil panen sebanyak 230 ikat kangkung dan 140 ikat sawi, lalu membagikannya untuk seluruh jamaah Kajian Sabtu yang hadir tadi pagi.

Salah satu warga Desa Margataqwa, Ibu Romiyati, mengaku senang dengan kegiatan yang produktif ini. Secara keseluruhan, pembinaan yang dilakukan oleh Muslimat membuka mata mereka akan perlunya pengembangan diri.

Leli, salah satu jamaah Kajian Sabtu pagi tadi setuju dengan apa yang dilakukan oleh Muslimat ini. Untuk desa rawan pemurtadan seperti ini perlu dilakukan pendekatan dari berbagai segi, salah satunya sektor ekonomi. Ditambah lagi melihat hasil panen berupa sayuran yang masih hijau dan segar menambah semangat warga desa binaan dan jamaah yang turut merasakan hasil panennya.

Semoga Muslimat bisa terus mengembangkan diri dan berbuat untuk desa-desa binaan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *