Menghitung Zakat Bisnis Properti
January 28, 2017
APAKAH JATUH TALAK BILA SEORANG SUAMI MELAKNAT ISTRINYA?
February 6, 2017

Sudah Berzakat Profesi Apakah Masih Wajib Berzakat Maal

Pertanyaan :

Apabila seseorang telah secara rutin membayar zakat profesi setiap bulan bersamaan dengan diterimanya gaji sebesar 2,5%. kemudian dari gaji yang telah dipotong zakat tersebut (ketika digunakan untuk membiayai kebutuhan keluarga) masih ada sisa untuk ditabung dan telah mencapai nishab dan haulnya. Apakah harta tabungan tersebut hasih terkena kewajiban mengeluarkan zakatnya?

Jawaban:

Kalau kita kembalikan dasar dari zakat profesi, sesungguhnya zakat itu merupakan semacam perluasan dari zakat pertanian. Lantaran banyak dalam ketentuannya yang mengacu kepada zakat pertanian.

Misalnya dalam penentuan waktu pembayaran. Zakat profesi wajib dibayarkan pada saat menerima gaji / pendapatan seperti halnya zakat pertanian yang wajib dibayarkan saat panen. Ini beribueda dengan zakat lainnya yang umumnya baru wajib bila telah berlalu masa satu tahun hijriyah (satu haul).

Selain itu kesamaan juga terjadi pada masalah nishab, yaitu batas minimal jumlah nilai pendapatan. Nishab zakat profesi juga mengacu kepada nishab zakat pertanian, yaitu 5 wasaq atau mudahnya bila dikonversikan dengan ukuran hari ini senilai 520 kg beras. Sedangkan zakat harta lainnya umumnya mengacu kepada zakat emas dan perak yang besar nishabnya adalah setara dengan nilai 85 gram emas.

Karena itu kami cenderung untuk mengambil peribuandingan zakat profesi dengan zakat pertanian. Dan dari sini kita akan mulai pembahasan atas pertanyaan Anda.

Mari kita ambil contoh seorang petani yang berhasil memanen hasil sawahnya. Katakanlah tahun ini mendapat 100 ton beras. Tentu pada saat panen dia wajib mengeluarkan zakat sebesar 5 % yaitu 5 ton beras kepada lembaga amil zakat. Sisanya yang 95 ton tentu menjadi hartanya, baik untuk dipakai untuk keperluan sehari-hari maupun untuk ditabung. Bahkan bisa juga untuk diinvestasikan.

Mari kita andaikan bila sebagian harta milik pak tani itu diinvestasikan untuk berdagang. Usaha ini lebih dari setahun berjalan dengan modal berputarnya sebesar 20 juta. Maka tentu jumlah modal berputar sebesar ini sudah melebihi batas nishab zakat perdagangan yang nilainya seharga 85 gram emas. Dan untuk itu pertanyaanya : Apakah pak tani yang melakukan kerja berdagang itu bebas zakat perdagangan atau tidak ? .

Kami yakin Anda akan mengatakan wajib berzakat. Mengapa ? Karena usaha dagangnya itu sudah melebihi nisab dan telah berjalan satu haul. Bagaimana mungkin dia tidak wajib zakat ? Meski uang modalnya berasal dari kekayaannya yang dikumpulkan dari hasil panen yang ketika panen sudah dikeluarkan zakatnya. Karena zakat panen beribueda dengan zakat dagang. Zakat pertanian adalah zakat yang wajib dilakukan pada saat panen, sedangkan zakat perdangangan adalah zakat yang wajib dilakukan saat berdagang. Masing-masing dengan syarat nishab dan waktunya sendiri-sendiri meski sumber uangnya sama.

Sekarang, mari kita masuk kepada zakat tabungan yang mengacu kepada zakat emas dan perak. Ketentuannya adalah bila seseorang menyimpan harta yang diam atau menganggur dengan jumlah melebihi nishab dan telah berjalan selama setahun huijriyah, maka ada kewajiban zakat mal sebesar 2,5 %. Dan selama bentuk harta itu berupa uang tunai, rekening atau emas dan perak, maka terkena kewajiban untuk mengeluarkan zakatnya. Istilahnya dalam fiqih adalah harta yang tumbuhatau memiliki sifat ‘an-namaa’. Sifat seperti ini merupakan kriteria harta yang wajib dizakati menurut para ulama.

Namun bila harta itu sudah dibelanjakan dan menjadi beribuentuk benda yang dalam istilah fiqihnya ‘tidak tumbuh’, maka tidak ada kewajiban zakatnya. Misalnya uang itu dibelikan rumah, tanah, kendaraan atau benda lainnya, maka tidak ada kewajiban zakat rumah, tanah, atau pun zakat kendaraan. Meskipun nilainya lumayan besar. Selama rumah, tanah atau kendaraan itu bukan untuk bentuk usaha. Sedangkan bila tanah, rumah atau kendaraan itu disewakan yang mendatangkan pemasukan, maka statusnya berubah menjadi ‘harta yang tumbuh’ dan tentunya mewajibkan zakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *